Bekerja sebagai seorang waiter, helper, hingga asisten chef pernah dilakoni oleh pria yang kini menjadi Sushi chef sekaligus pemilik sebuah resto sushi ini. Siapa sangka belajar memasak dari sang oma dan rasa ingin tahu yang besar justru merupakan modal terbesarnya menjadi sukses!
Bernama lengkap Toar Christopher atau yang akrab disapa Itoph, sushi chef dan salah satu pemilik Poké Sushi ini mengaku tak pernah menyangka akan menjadi seorang chef apalagi seorang sushi chef. Cita-citanya semasa SMA adalah menjadi seorang arsitek untuk mengikuti jejak sang ibu. Bahkan ia pun sempat mengecap pendidikan arsitek di Universitas Parahiangan, Bandung.
"Saya dulu bandel sekali, sehingga baru beberapa semester saya pun drop out akibat sering tidak masuk kuliah," ujarnya sambil terkekeh geli mengenang masa lalu. Hampir putus asa akhirnya sang ibu memutuskan untuk mengirimnya ke USA dan mengambil jurusan IT. Hijrah ke USA justru menjadi titik balik dari kehidupan Itop yang tak pernah bisa diduganya.
Pengalaman pertama bekerja part time dilakoninya di sebuah restoran bernama 'Little Tokyo'. Menjadi seorang waiter hingga kesulitan berkomunikasi dengan bahasa Inggris juga pernah dialami oleh Itop. Akhirnya saat terjadi krisis moneter di Indonesia pada tahun 1998 memaksanya bekerja total untuk membiayai kuliah.
Setelah menjalani training di Tennesee, USA selama 3 bulan akhirnya bapak dari seorang putri berusia 12 tahun ini ditempatkan di sebuah restoran Cina. Disinilah ia mulai mendapatkan ketrampilan dasar untuk menjadi seorang chef. Mulai dari menjadi seorang waiter, hingga kemudian menjadi seorang 'helper' di dapur. Menguliti ayam, mengangkat barang, hingga berdiri berjam-jam sudah merupakan makanan sehari-hari yang dijalani Itoph dengan tekun dan penuh kesabaran.
Tak sia-sia, ketika perusahaan tempat ia bekerja ingin membuka sebuah restoran Jepang di ia pun mendapatkan tawaran untuk mendalami sushi. Sebulan penuh ia mempelajari dan menghapalkan menu hingga diterima sebagai 'helper' seorang sushi chef. "Belajar menjadi sushi chef tidak mudah karena kita tidak diajarkan secara langsung. Kita harus pandai-pandai berlatih sendiri dan memperhatikan teknik sang chef, sebab sushi chef memang biasanya terkenal pelit berbagi ilmu" terangnya.
Setelah setahun, akhirnya Itop memperoleh kepercayaan dari sang chef untuk membuat maki dan nigiri sushi. Dalam tahap sebelumnya Itoph bahkan menjalani training mengasah pisau, mencuci, menyiapkan sayuran hingga memotong sayuran.
"Yang tersulit dari membuat sushi kita harus bergerak cepat sementara hasilnya tak hanya enak namun harus cantik," ujar Itoph. Cekatan dan kedisiplinan Itoph membuat sang guru terkesan dan merekomendasikan dirinya untuk memperdalam 'speed' membuat sushi pada teman sang guru di Atlanta. Ia pun sempat berguru di Atlanta selama 3 bulan, sebelum akhirnya kembali ditarik di perusahaan tempatnya bekerja dulu.
Perjalanan menjadi seorang corporate sushi chef pun dimulai, ia pun dipercaya memberi pelatihan outlet-outlet sushi perusahaan yang tersebar di seluruh Amerika. Namun tak lama, pekerjaan tersebut membuatnya bosan ia pun melamar bekerja di sebuah resto Jepang 'Ohana'. Pengalaman membuatnya diangkat menjadi sushi chef Ohana dan bekerja disana hampir 2 tahun lamanya.
Setelah pulang ke Indonesia, berkat dorongan dan ajakan teman-teman ia pun berani membuka sebuah restoran sushi bernama Poké Sushi Dharmawangsa yang menjadi cikal bakal tumbuhnya outlet-outlet Poké Sushi lainnya di Jakarta. Restoran berkonsep 'Japanese American Fusion' ini memang memiliki spesialisasi sushi berbentuk roll. Namun jika ditanya soal makanan favoritnya, "Sebenarnya makanan favorit saya bukan Jepang melainkan Bruine Bonen Soep buatan oma saya," ujarnya.
Tak pelit berbagi ilmu, ia pun memberikan resep membuat Caterpillar Unagi Roll bagi pembaca detikfood khususnya mereka pencinta sushi. Sushi ini merupakan salah satu menu favorit pengunjung Poké Sushi yang hmm... oishii desu ne!
Caterpillar Unagi Roll
Untuk 8 potong
Bahan:
80 g Nasi sushi
?? lembar nori ukuran 10x20 cm
10 g tobiko
80 g daging alpukat, iris tipis
10 g kyuri/mentimun hijau, iris tipis
50 g unagi, siap beli
10 ml saus unagi/teriyaki
Taburan:
1 sdt tobiko
Cara membuat:
* Sebarkan nasi sushi secara merata dengan menyisakan 5 mm bagian memanjang nori tanpa nasi. (Sebelumnya, basahi tangan dengan air).
* Balikkan ke atas makisu (gulungan bambu) yang sudah dilapisi plastik sehingga bagian nasi ada di luar. Susun di atas nori; tobiko, unagi dan kyuri.
* Gulung sambil padatkan hingga rapi dan lurus.
* Susun irisan alpukat segar di atasnya, tekan kembali dengan makisu hingga
* salmon melekat.
* Perciki dengan saus unagi/teriyaki dan taburi tobiko
* Potong melintang menjadi 8 bagian. Lapisi plastik, tekan-tekan kembali.
* Susun di atas piring, sajikan segera.
Tips:
* Untuk alpukat, pilih alpukat lokal Sukabumi yang besar dan tua. Ketika dipegang rasanya ‘kekar’, keras tetapi tidak terlalu lembut.
* Agar alpukat tidak kecokelatan warnanya, potong-potong sesaat akan disajikan atau digunakan.
* Unagi dapat dibeli di supermarket yang menjual produk import seperti Ranch Market, Sogo, dll.
* Pilih unagi yang besar, dagingnya lebih enak dan lebih lembut.
* Jika masih tersisa, unagi dapat disimpan di chiller.
"Kalau orang lain bisa, maka saya juga harus bisa," demikian tuturnya saat ditanya tentang motto hidupnya dan kegigihannya dalam menjalani hidup. (dev/Odi)
Sumber : Devita Sari - detikFood
Lihat juga:
Sate
Steak
Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
Wine Putih Halal
AMSTERDAM (Berita SuaraMedia) – Taner Tabak (35) telah berusaha memperoleh sertifikat Wine putih halal selama dua tahun, dan kini ia telah berhasil. "Kevserhelalwine" miliknya lolos tes dan mendapat sertifikat halal dari Kontrol Kualitas Halal (Halal Quality Control – HQC).
Pencarian Tabak akan anggur dengan kadar alkohol 0% dilakukan atas permintaan kaum Muslim. Pada pertemuan setiap hari Jumat, mereka tidak dapat minum bersama kolega dan teman-teman dan sebuah "Wine halal" dapat menjadi solusi bagi persoalan itu.
Tabak mempelajari proses pembuatan Wine bebas alkohol. Melalui sebuah proses teknis baru, yang membuatnya mendapatkan hak paten, Tabak, bekerjasama dengan sebuah perusahaan Jerman, berhasil membuat Wine bebas alkohol. Tabak mengatakan memang telah ada minuman Wine yang dikatakan bebas alkohol, namun mereka tidak lolos tes halal HQC karena masih mengandung sedikit alkohol.
HQC memiliki banyak syarat sebelum mereka memberikan sebuah sertifikat pada suatu produk. Sebuah permintaan tambahan untuk memperoleh sertifikat contohnya adalah peraturan higienis. Mereka mengerjakannya di bawah konsultasi dengan HQC. Tabak mengatakan, "Wine halal tidak dibuat begitu saja!"
Kelompok sasaran Tabak bukan hanya kaum Muslim, melainkan lebih luas lagi. "Yang juga menjadi sasaran saya adalah para wanita hamil, mereka yang terkena diabetes, mereka yang harus menyetir setelah menghadiri sebuah pesta dan karena itu tidak bisa minum alkohol dan sebagainya."
Di antara koleksi Tabak adalah Wine merah, putih, dan mawar, juga Wine yang berat. Ia yakin akan kelezatan rasa Wine nya dan baru-baru ini menantang seorang ahli Wine Nicolaas Klei untuk datang dan mencicipi anggurnya.
Nama kevser merujuk pada sebuah surat di Al Quran, jelas Tabak. Surat itu berbicara tentang Wine halal.
Tabak tidak khawatir akan penjualan Wine - nya. Negara-negara seperti Malaysia, Azerbaijan, Dubai, dan bahkan Arab Saudi telah menunjukkan ketertarikannya, ujar Tabak dengan antusias.
Tabak menjual Kevserhelalwine melalui perusahaan miliknya, Talay Wine Company, dengan harga rata-rata 6-7 euro (Rp. 90.000 – 100.000).
"Kami telah mengubah yang haram menjadi halal. Wine yang berasa seperti Wine tapi benar-benar bebas alkohol, dan kami memproduksinya," ujar Tabak.
Wine halal buatan Tabak bukan satu-satunya minuman beralkohol yang tidak mengandung alkohol. Tahun lalu, di Perancis diproduksi Chamalal, sampanye halal. Seperti sampanye pada umumnya, minuman ini juga terbuat dari Wine dan bergelembung, namun bebas alkohol.
Diluncurkan pada bulan September, tepat menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2008, Chamala terbukti berhasil diterima di negara asal sampanye itu. Tidak ada satu acara pun yang akan lengkap tanpa kehadirannya.
Versi halal gelembung sampanye ini dijual dengan harga sekitar 60 euro (Rp. 900.000) per botol di beberapa restoran, namun jauh lebih murah jika membelinya di supermarket.
Penemu Chamalal, Rachid Gacem, mengatakan bahwa ia melihat adanya celah dalam pasar minuman beralkohol.
"Ketika saya datang ke pesta dan semua orang meminum alkohol, seperti sampanye, mereka seringkali menanyakan apakah saya mau minum satu gelas. Tapi kami (Muslim) tidak minum alkohol. Karena saya ingin menjadi bagian dari pesta, saya ingin meminum sesuatu yang seperti sampanye, tapi bukan sampanye."
Menanggapi minuman tersebut, tak semua Muslim lantas setuju. Beberapa di antara pemeluk Islam mempertanyakan bahkan meragukan kandungan isi Cham'alal. Seperti komentar-komentar di situs berita online yang menulis tentang peluncuran Cham'alal, yang salah satunya berbunyi, "Apakah itu benar-benar minuman Wine berkarbonasi?". (rin/iie/itn/fw/rpk/at) Dikutip oleh www.suaramedia.com
Sumber : suaramedia.com
Lihat juga:
Sate
Soto
Pencarian Tabak akan anggur dengan kadar alkohol 0% dilakukan atas permintaan kaum Muslim. Pada pertemuan setiap hari Jumat, mereka tidak dapat minum bersama kolega dan teman-teman dan sebuah "Wine halal" dapat menjadi solusi bagi persoalan itu.
Tabak mempelajari proses pembuatan Wine bebas alkohol. Melalui sebuah proses teknis baru, yang membuatnya mendapatkan hak paten, Tabak, bekerjasama dengan sebuah perusahaan Jerman, berhasil membuat Wine bebas alkohol. Tabak mengatakan memang telah ada minuman Wine yang dikatakan bebas alkohol, namun mereka tidak lolos tes halal HQC karena masih mengandung sedikit alkohol.
HQC memiliki banyak syarat sebelum mereka memberikan sebuah sertifikat pada suatu produk. Sebuah permintaan tambahan untuk memperoleh sertifikat contohnya adalah peraturan higienis. Mereka mengerjakannya di bawah konsultasi dengan HQC. Tabak mengatakan, "Wine halal tidak dibuat begitu saja!"
Kelompok sasaran Tabak bukan hanya kaum Muslim, melainkan lebih luas lagi. "Yang juga menjadi sasaran saya adalah para wanita hamil, mereka yang terkena diabetes, mereka yang harus menyetir setelah menghadiri sebuah pesta dan karena itu tidak bisa minum alkohol dan sebagainya."
Di antara koleksi Tabak adalah Wine merah, putih, dan mawar, juga Wine yang berat. Ia yakin akan kelezatan rasa Wine nya dan baru-baru ini menantang seorang ahli Wine Nicolaas Klei untuk datang dan mencicipi anggurnya.
Nama kevser merujuk pada sebuah surat di Al Quran, jelas Tabak. Surat itu berbicara tentang Wine halal.
Tabak tidak khawatir akan penjualan Wine - nya. Negara-negara seperti Malaysia, Azerbaijan, Dubai, dan bahkan Arab Saudi telah menunjukkan ketertarikannya, ujar Tabak dengan antusias.
Tabak menjual Kevserhelalwine melalui perusahaan miliknya, Talay Wine Company, dengan harga rata-rata 6-7 euro (Rp. 90.000 – 100.000).
"Kami telah mengubah yang haram menjadi halal. Wine yang berasa seperti Wine tapi benar-benar bebas alkohol, dan kami memproduksinya," ujar Tabak.
Wine halal buatan Tabak bukan satu-satunya minuman beralkohol yang tidak mengandung alkohol. Tahun lalu, di Perancis diproduksi Chamalal, sampanye halal. Seperti sampanye pada umumnya, minuman ini juga terbuat dari Wine dan bergelembung, namun bebas alkohol.
Diluncurkan pada bulan September, tepat menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2008, Chamala terbukti berhasil diterima di negara asal sampanye itu. Tidak ada satu acara pun yang akan lengkap tanpa kehadirannya.
Versi halal gelembung sampanye ini dijual dengan harga sekitar 60 euro (Rp. 900.000) per botol di beberapa restoran, namun jauh lebih murah jika membelinya di supermarket.
Penemu Chamalal, Rachid Gacem, mengatakan bahwa ia melihat adanya celah dalam pasar minuman beralkohol.
"Ketika saya datang ke pesta dan semua orang meminum alkohol, seperti sampanye, mereka seringkali menanyakan apakah saya mau minum satu gelas. Tapi kami (Muslim) tidak minum alkohol. Karena saya ingin menjadi bagian dari pesta, saya ingin meminum sesuatu yang seperti sampanye, tapi bukan sampanye."
Menanggapi minuman tersebut, tak semua Muslim lantas setuju. Beberapa di antara pemeluk Islam mempertanyakan bahkan meragukan kandungan isi Cham'alal. Seperti komentar-komentar di situs berita online yang menulis tentang peluncuran Cham'alal, yang salah satunya berbunyi, "Apakah itu benar-benar minuman Wine berkarbonasi?". (rin/iie/itn/fw/rpk/at) Dikutip oleh www.suaramedia.com
Sumber : suaramedia.com
Lihat juga:
Sate
Soto
Senin, 29 November 2010
Delicacies of Yakitori
Sate is one of the most popular food in Indonesia. Many areas in this archipelago have sate menu. Therefore you know the sate padang, sate madura, banjo sate, sate betawi, maranggi sate, sate Blora, sate ponorogo, and so forth. Types of meat also varied, from chicken to turtles, from clams to torpedo. The dish can you get with ease, from street stalls to fancy restaurants.
But have you ever heard of the sate of Japan? Japanese sate also called yakitori, sate is not much different in Indonesia. How to cook it as well by burning, with a wide range of meat, no different than the typical Indonesian satay.
Although many have similarities, the differences between typical Indonesian satay and yakitori are also quite striking. Food in Japan are generally treated with a healthy manner and materials. It is also applied in the manufacture of yakitori. If the usual sate skewers we know is that many contain soy sauce and oil, yakitori not contain a lot of oil and prefer the use of salt.
The basic ingredients are chicken yakitori own, according to the meaning of the word tori which means chicken. All parts of chicken, such as thighs, skin, liver, etc., can be used for yakitori. In Japan, the chicken sate was then burned on the wood charcoal. This determines the quality of wood charcoal taste satenya. Hardwood charcoal and aromatic produce a more delicious satay, rather than a cheaper wood charcoal, or a grilled over a gas stove and electric grill. Some sellers use free-range chicken yakitori (jidori), which is more tough than regular chicken, but rather have a taste.
In their home country, yakitori popular among middle-class office workers as a snack after work on the way to the train station. Yakitori are sold at the yakitori-ya, (restaurant or food stalls on the roadside). Often times other than dyed with barbeque sauce (before baking), chicken meat was also doused with cold beer. Wow ... like what, ya feel? They end the meal with a swig of sake.
Source: Eka.D kompas.com - banjarmasinpost.co.id
See also:
Burger King
Wine
But have you ever heard of the sate of Japan? Japanese sate also called yakitori, sate is not much different in Indonesia. How to cook it as well by burning, with a wide range of meat, no different than the typical Indonesian satay.
Although many have similarities, the differences between typical Indonesian satay and yakitori are also quite striking. Food in Japan are generally treated with a healthy manner and materials. It is also applied in the manufacture of yakitori. If the usual sate skewers we know is that many contain soy sauce and oil, yakitori not contain a lot of oil and prefer the use of salt.
The basic ingredients are chicken yakitori own, according to the meaning of the word tori which means chicken. All parts of chicken, such as thighs, skin, liver, etc., can be used for yakitori. In Japan, the chicken sate was then burned on the wood charcoal. This determines the quality of wood charcoal taste satenya. Hardwood charcoal and aromatic produce a more delicious satay, rather than a cheaper wood charcoal, or a grilled over a gas stove and electric grill. Some sellers use free-range chicken yakitori (jidori), which is more tough than regular chicken, but rather have a taste.
In their home country, yakitori popular among middle-class office workers as a snack after work on the way to the train station. Yakitori are sold at the yakitori-ya, (restaurant or food stalls on the roadside). Often times other than dyed with barbeque sauce (before baking), chicken meat was also doused with cold beer. Wow ... like what, ya feel? They end the meal with a swig of sake.
Source: Eka.D kompas.com - banjarmasinpost.co.id
See also:
Burger King
Wine
Minggu, 28 November 2010
Sate Jamur Dieng Khas Wonosobo
Sate Jamur Dieng - Para pemudik yang masih memanfaatkan suasana libur Lebaran bisa datang ke Wonosobo, Jawa Tengah. Di salah satu sudut jalan di kota ini terdapat rumah makan yang menjual sate jamur Dieng. Masakan buatan Tina Mustikowati itu disukai pengunjung karena kelezatannya. Tak heran, almarhum mantan Presiden Soeharto menjadikannya sebagai makanan favorit.
Sate jamur Dieng khas Wonosobo sudah ada sejak 27 tahun silam. Sate ini menjadi andalan para pejabat bila mereka mengadakan kunjungan kerja ke Wonosobo. Menurut Tina selaku pemilik, rasa satenya memang unik. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, Rp 2.500 per sunduk atau Rp 10 ribu per porsinya.
Dalam sebuah kesempatan, Tina bercerita kalau ide membuat rumah makan jamur ini berasal dari suaminya. Kala itu dirinya sempat menolak karena tidak percaya kalau jamur bisa dijadikan sate. Namun pada 1982, Tina mencoba resep sate jamur yang tak kalah dengan rasa ayam. Siapa mengira, sate jamur di rumah makan yang buka pukul 09.00 hingga 22.00 WIB ini kini laku keras.(OMI/LUC)
Sumber : Yon Daryono - Liputan6.com
Lihat juga:
Steak
Hanamasa
Sate jamur Dieng khas Wonosobo sudah ada sejak 27 tahun silam. Sate ini menjadi andalan para pejabat bila mereka mengadakan kunjungan kerja ke Wonosobo. Menurut Tina selaku pemilik, rasa satenya memang unik. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, Rp 2.500 per sunduk atau Rp 10 ribu per porsinya.
Dalam sebuah kesempatan, Tina bercerita kalau ide membuat rumah makan jamur ini berasal dari suaminya. Kala itu dirinya sempat menolak karena tidak percaya kalau jamur bisa dijadikan sate. Namun pada 1982, Tina mencoba resep sate jamur yang tak kalah dengan rasa ayam. Siapa mengira, sate jamur di rumah makan yang buka pukul 09.00 hingga 22.00 WIB ini kini laku keras.(OMI/LUC)
Sumber : Yon Daryono - Liputan6.com
Lihat juga:
Steak
Hanamasa
Kamis, 25 November 2010
Sate Kiloan SMS ala Tegal
Sate Kiloan SMS mengambil citarasa Sate ala Tegal untuk menu resep Sate Kambing dan untuk menu resep Lainnya seperti resep Tongseng Kambing dan resep Tongseng Ayam menggunakan bumbu rempah ala resep masakan Solo.
“Rumah makan ini perpaduan antara masakan khas Tegal dan Solo”, tandas Lina. Dar¡ desain bangunannya Sate Kiloan SMS juga punya ciri khas. Ornamen gubuk dan pernak-pernik khas pedesaan dipadu-padankan hingga menjadi hiasan yang menarik. Menurut sejarah, warung sate kiloan dirintis oleh Ujang Nasir, warga Babakan, Madang, Bogor, Jawa Barat. Disebut sate kiloan, karena pembeli sate ¡tu tidak membeli berdasarkan jumiah tusukan satenya, melainkan berapa berat kilonya.
Walau namanya Sate Kambing, namun menu resep yang disajikan rumah makan ini terbuat dar¡ daging domba, bukan dar¡ daging kambing. ALasan Lina karena daging domba memiliki serat lebih halus dibandingkan daging kambing. Selain itu aroma daging domba juga lebih bersahabat ketimbang daging kambing yang Lebih prengus.
Jika ingin menikrnati Sate Kambing di sin¡, daging kambing akan ditimbang dulu sesuai pesanan. Untuk seperempat kilogram sate, berisi 12 tusuk, Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 38 ribu rupiah. Sedangkan untuk satu kilogram dipatok seharga Rp 152 ribu rupiah. Anda juga bisa membeli dalam ukuran porsi, ¡si 10 tusuk Rp 32 ribu. Jadi sangat fleksibel.
Dibandingkan olahan daging kambing, warna Sate-nya tidak cokiat kehitaman seperti Sate pada umumnya namun coklat kemerahan. Bumbu resep pelengkapnya ada potongan tomat, cabe rawit hijau, bawang merah, bawang goreng, dan sedikit siraman kecap manis. Bumbu resep pelengkap ¡ni sama dengan bumbu resep pelengkap yang digunakan pada resep Sate Tegal, yaitu Sambal Kecap berupa campuran resep bawang merah, tomat, cabe rawit, serta tak ketinggalan kecap manis.
Warna coklat kemerahan dihasilkan dar¡ olesan sedikit margarin dan kecap manis saat daging dibakar sehingga daging tak mudah hangus. Proses membakarannya menggunakan arang batok kelapa, sehingga nyala bara lebih lama dan debu bakaran tidak banyak. Dagingnya terasa begitu empuk karena domba yang digunakan oieh rumah makan ini adalah domba yang berusia antara 7-10 bulan. Bagian daging domba yang digunakan tidak ditentukan harus dar¡ bagian paha atau dada.
Yang unik adalah tambahan minyak samin yang dioleskan setelah proses pembakaran Sate. Tambahan minyak samin membuat rasa Sate gurih berbaur dengan gurihnya margarin. “Nita memang sengaja menggunakan minyak samin agar Sate lebih gurih,” ujar Lina.
Citarasa resep-nya memang benar-benar klop, ada sensasi manis dar¡ citarasa resep Sate Solo yang dengan sensasi gurih minyak samin. Sebagai penutup setequk Es Jeruk Manis sangat menyegarkan. Selain ¡tu ada pilihan Jus dan Softdrink. Aneka buah yang dijadikan Jus berupa belimbing, jeruk, mangga, alpukat, jambu, tomat, serte jus kombinasi dar¡ campuran beberapa buah. Kisaran harga makanannya mula¡ dar¡ Rp 16 ribu sampai dengan Rp 800 ribu untuk Kambing Guling, dan minuman segar dar¡ Rp 3 ribu sampai dengan Rp 10,5 ribu.
Penasaran bagaimana bedanya Sate Kambing di rumah makan ¡ni dengan tempat lainnya. Catat jam bukanya dar¡ puku1 9 pagi sampai 10 malam.***
Sumber : lintasberita.com
Lihat juga:
Dim Sum
Steak
“Rumah makan ini perpaduan antara masakan khas Tegal dan Solo”, tandas Lina. Dar¡ desain bangunannya Sate Kiloan SMS juga punya ciri khas. Ornamen gubuk dan pernak-pernik khas pedesaan dipadu-padankan hingga menjadi hiasan yang menarik. Menurut sejarah, warung sate kiloan dirintis oleh Ujang Nasir, warga Babakan, Madang, Bogor, Jawa Barat. Disebut sate kiloan, karena pembeli sate ¡tu tidak membeli berdasarkan jumiah tusukan satenya, melainkan berapa berat kilonya.
Walau namanya Sate Kambing, namun menu resep yang disajikan rumah makan ini terbuat dar¡ daging domba, bukan dar¡ daging kambing. ALasan Lina karena daging domba memiliki serat lebih halus dibandingkan daging kambing. Selain itu aroma daging domba juga lebih bersahabat ketimbang daging kambing yang Lebih prengus.
Jika ingin menikrnati Sate Kambing di sin¡, daging kambing akan ditimbang dulu sesuai pesanan. Untuk seperempat kilogram sate, berisi 12 tusuk, Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 38 ribu rupiah. Sedangkan untuk satu kilogram dipatok seharga Rp 152 ribu rupiah. Anda juga bisa membeli dalam ukuran porsi, ¡si 10 tusuk Rp 32 ribu. Jadi sangat fleksibel.
Dibandingkan olahan daging kambing, warna Sate-nya tidak cokiat kehitaman seperti Sate pada umumnya namun coklat kemerahan. Bumbu resep pelengkapnya ada potongan tomat, cabe rawit hijau, bawang merah, bawang goreng, dan sedikit siraman kecap manis. Bumbu resep pelengkap ¡ni sama dengan bumbu resep pelengkap yang digunakan pada resep Sate Tegal, yaitu Sambal Kecap berupa campuran resep bawang merah, tomat, cabe rawit, serta tak ketinggalan kecap manis.
Warna coklat kemerahan dihasilkan dar¡ olesan sedikit margarin dan kecap manis saat daging dibakar sehingga daging tak mudah hangus. Proses membakarannya menggunakan arang batok kelapa, sehingga nyala bara lebih lama dan debu bakaran tidak banyak. Dagingnya terasa begitu empuk karena domba yang digunakan oieh rumah makan ini adalah domba yang berusia antara 7-10 bulan. Bagian daging domba yang digunakan tidak ditentukan harus dar¡ bagian paha atau dada.
Yang unik adalah tambahan minyak samin yang dioleskan setelah proses pembakaran Sate. Tambahan minyak samin membuat rasa Sate gurih berbaur dengan gurihnya margarin. “Nita memang sengaja menggunakan minyak samin agar Sate lebih gurih,” ujar Lina.
Citarasa resep-nya memang benar-benar klop, ada sensasi manis dar¡ citarasa resep Sate Solo yang dengan sensasi gurih minyak samin. Sebagai penutup setequk Es Jeruk Manis sangat menyegarkan. Selain ¡tu ada pilihan Jus dan Softdrink. Aneka buah yang dijadikan Jus berupa belimbing, jeruk, mangga, alpukat, jambu, tomat, serte jus kombinasi dar¡ campuran beberapa buah. Kisaran harga makanannya mula¡ dar¡ Rp 16 ribu sampai dengan Rp 800 ribu untuk Kambing Guling, dan minuman segar dar¡ Rp 3 ribu sampai dengan Rp 10,5 ribu.
Penasaran bagaimana bedanya Sate Kambing di rumah makan ¡ni dengan tempat lainnya. Catat jam bukanya dar¡ puku1 9 pagi sampai 10 malam.***
Sumber : lintasberita.com
Lihat juga:
Dim Sum
Steak
Rabu, 24 November 2010
Sate Torpedo Jakarta Selatan
Sate - Surya Saputra didaulat sebagai pemandu acara 'Berkorban Sepenuh Hati Bersama Bango' di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia mendapat pengalaman baru saat mencicip Sate torpedo.
"Rasanya enak tapi kalo disuruh milih, aku lebih suka sate daging daripada torpedo," kata Surya saat ditemui di sela-sela acara, Jumat, 27 November 2009.
Sate torpedo merupakan masakan yang diolah dari organ kelamin sapi atau kambing. Mitosnya, sate torpedo berkhasiat sebagai obat kuat laki-laki atau meningkatkan gairah seksual. "Efeknya berbahaya, tapi itu mitos ajalah," ujarnya.
Meski tak terlalu menyukai rasanya, Surya tak kapok untuk mencobanya lagi. Alasannya, sate torpedo merupakan salah satu menu khas yang disajikan dalam kuliner Indonesia. "Karena termasuk melestarikan," ujarnya.
Sumber : Pipiet Tri Noorastuti, Gestina Rachmawati- showbiz.vivanews.com
Lihat juga:
Sour Sally
Burger King
"Rasanya enak tapi kalo disuruh milih, aku lebih suka sate daging daripada torpedo," kata Surya saat ditemui di sela-sela acara, Jumat, 27 November 2009.
Sate torpedo merupakan masakan yang diolah dari organ kelamin sapi atau kambing. Mitosnya, sate torpedo berkhasiat sebagai obat kuat laki-laki atau meningkatkan gairah seksual. "Efeknya berbahaya, tapi itu mitos ajalah," ujarnya.
Meski tak terlalu menyukai rasanya, Surya tak kapok untuk mencobanya lagi. Alasannya, sate torpedo merupakan salah satu menu khas yang disajikan dalam kuliner Indonesia. "Karena termasuk melestarikan," ujarnya.
Sumber : Pipiet Tri Noorastuti, Gestina Rachmawati- showbiz.vivanews.com
Lihat juga:
Sour Sally
Burger King
Senin, 22 November 2010
PT Sinar Mas was disappointed
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) was disappointed with Burger King's decision to no longer buy palm oil production.
"We are disappointed with the decision and will continue to provide a better understanding of the Burger King on our sustainability commitment," said Smart detikFinance quoted in a statement on Friday (03/09/2010).
Smart expects Burger King remains a palm oil consumer. Smart is also confident that Burger King's decision does not represent the views of most consumers.
"We look forward to welcoming them back as a consumer in the near future," said Smart.
Smart states, independent verification report (IVEX) have concluded SMART is a responsible company and operates in rigorous Standard Operating Procedures.
As is known, the U.S. fast food giant, Burger King decided to no longer buy palm oil from the Sinar Mas and son business. The decision was taken after Greenpeace is running a negative campaign against the Sinar Mas.
Burger King said in a statement asserted, the result of verification by independent auditors of the business unit of Sinar Mas, PT Smart Tbk shows activity that is inconsistent with the commitment to corporate responsibility.
Burger King's decision was also taken after the release of the results of the verification team that is prepared by an independent verification agency Control Union Certification (CUC) and the BSI Group of PT Sinar Mas Agro Research and Technology Tbk (Smart) and the parent company of Golden Agri Resources Smart.
Source: Qom / dnl - Nurul Qomariyah - detikFinance
See also:
Sate
Soto
"We are disappointed with the decision and will continue to provide a better understanding of the Burger King on our sustainability commitment," said Smart detikFinance quoted in a statement on Friday (03/09/2010).
Smart expects Burger King remains a palm oil consumer. Smart is also confident that Burger King's decision does not represent the views of most consumers.
"We look forward to welcoming them back as a consumer in the near future," said Smart.
Smart states, independent verification report (IVEX) have concluded SMART is a responsible company and operates in rigorous Standard Operating Procedures.
As is known, the U.S. fast food giant, Burger King decided to no longer buy palm oil from the Sinar Mas and son business. The decision was taken after Greenpeace is running a negative campaign against the Sinar Mas.
Burger King said in a statement asserted, the result of verification by independent auditors of the business unit of Sinar Mas, PT Smart Tbk shows activity that is inconsistent with the commitment to corporate responsibility.
Burger King's decision was also taken after the release of the results of the verification team that is prepared by an independent verification agency Control Union Certification (CUC) and the BSI Group of PT Sinar Mas Agro Research and Technology Tbk (Smart) and the parent company of Golden Agri Resources Smart.
Source: Qom / dnl - Nurul Qomariyah - detikFinance
See also:
Sate
Soto
Minggu, 21 November 2010
Enaknya Soto Banjar
Kuah kekuningan yang mengepul panas menebarkan aroma wangi rempah yang sedap. Racikan Soto ayam ini benar-benar gurih enak. Rasa kaldu yang kuat dan irisan telur bebek rebus yang kenyal-kenyal gurih membuat soto ini makin sempurna sebagai soto Banjar!
Berulang kali melintasi Jl. Pajajaran Bogor warung soto Banjar ini selalu menggoda selera. Hampir tak pernah sepi pengunjung dan kenangan akan rasa gurih yang enak membuat saya selalu ingin mampir lagi. Seperti siang itu saat gerimis mulai turun, semangkok soto Banjar yang hangat mengepulpun jadi target utama saya.
Ternyata setelah memesan soto Banjar saya masih tergoda dengan tampilan ketupat Kandangan yang unik. Ketupat ini memakai ikan haruan bakar dengan siraman kuah gurih yang enak. Hmm.. .jadilah ketupat Kandangan plus nasi kuning Banjar pun saya pesan untuk menumpas kangen masakan Kalimantan Selatan!
Kuah soto yang mengepul panas menebarkan aroma kapulaga dan kayu manis yang semerbak. Wuiih wangi benar! Kuahnya bening kecokelatan dengan suun dan cincangan daun bawang plus suwiran daging ayam sebagai isiannya. Yang menarik justru potongan telur rebusnya yang oranye menyala dan putih telur yang agak transparan.
Hirupan pertama terasa tonjokan bumbu rempah yang kompak dan gurih wangi. Pastinya bumbunya tidak pelit. Telur rebuspun terasa kenyal-kenyal gurih karena memakai telur bebek rebus. Setelah dikucuri sedikit air jeruk nipis dan diaduk dengan sambal rawit, wah... rasanya makin gurih pedas segar!
Ketupat Kandangan yang diberi nama sesuai dengan daerah asalnya Kandangan ini sebenarnya sangat sederhana. Namun, justru dua elemen utama racikan ketupat ini yang unik. Pertama ketupat khas Kandangan yang besar dan gendut. Tak seperti ketupat umumnya yang padat lembut, ketupat Kandangan justru agak pera, butiran nasinya masih bisa terlacak dan mudah dimemarkan.
Yang kedua adalah si ikan haruan alias ikan gabus yang diasap atau dipanggang memiliki tekstur kenyal kokoh dan gurih rasanya. Tentu saja dengan aroma wangi asap yang sedap. Kuahnya berupa kuah santan dengan aroma bawang, merica, ketumbar dan serai yang wangi.
Rasa kuahnya gurih-gurih enak. Untuk menyantap ketupat ini, ketupat dimemarkan dengan sendok hingga buyar dan menyatu dengan kuah santan plus ikan haruan yang wangi. Setelah itu butiran nasi yang terendam kuah menjadi makin enak. Apalagi jika diaduk dengan sedikit sambal yang kemerahan. Hmm... racikan ketupat Kandangan ini benar-benar mengobati kangen saya.
Nasi kuning Banjar juga disajikan dengan sederhana. Lauknya bisa dipilih ayam, daging, ikan haruan atau telur bebek. Tampilannya memang seperti nasi kuning umumnya dan ayam masak habang yang jadi lauknya memang diselimuti sambal yang kental merah agak kehitaman.
Saat dikunyah barulah terasa kalau nasi kuning ini agak pera tetapi lebih gurih dari nasi kuning yang biasa. Hmm.. pastinya karena memakai santan yang kental. Bumbu habangnya tidak terasa pedas tetapi justru manis dengan aksen asam yang enak. Pas dipadu dengan gurih wanginya nasi kuning.
Di rumah makan ini juga tersedia beragam kain tradisional Kalimantan seperti sasirangan dan lampit (tikar dari anyaman kulit rotan). Juga bisa dipesan beragam jenis penganan khas Banjar seperti amparan tatak, bika banjar, dan madu hutan Kalimantan.
Sepertinya saya bakal sering mampir ke warung ini. Selain cita rasanya masih kental Banjar, harga makanannya juga tidak terlalu mahal. Seporsi Soto Banjar dihargai Rp 14.000,00, Nasi Kuning Ayam Rp 14.000,00 dan Ketupat Kandangan Rp 17.000,00. Tak berlebihan untuk sebuah kenikmati daerah yang unik!
Sumber : Dev / Odilia Winneke - detikFood
Lihat juga:
Sate
Hanamasa
Berulang kali melintasi Jl. Pajajaran Bogor warung soto Banjar ini selalu menggoda selera. Hampir tak pernah sepi pengunjung dan kenangan akan rasa gurih yang enak membuat saya selalu ingin mampir lagi. Seperti siang itu saat gerimis mulai turun, semangkok soto Banjar yang hangat mengepulpun jadi target utama saya.
Ternyata setelah memesan soto Banjar saya masih tergoda dengan tampilan ketupat Kandangan yang unik. Ketupat ini memakai ikan haruan bakar dengan siraman kuah gurih yang enak. Hmm.. .jadilah ketupat Kandangan plus nasi kuning Banjar pun saya pesan untuk menumpas kangen masakan Kalimantan Selatan!
Kuah soto yang mengepul panas menebarkan aroma kapulaga dan kayu manis yang semerbak. Wuiih wangi benar! Kuahnya bening kecokelatan dengan suun dan cincangan daun bawang plus suwiran daging ayam sebagai isiannya. Yang menarik justru potongan telur rebusnya yang oranye menyala dan putih telur yang agak transparan.
Hirupan pertama terasa tonjokan bumbu rempah yang kompak dan gurih wangi. Pastinya bumbunya tidak pelit. Telur rebuspun terasa kenyal-kenyal gurih karena memakai telur bebek rebus. Setelah dikucuri sedikit air jeruk nipis dan diaduk dengan sambal rawit, wah... rasanya makin gurih pedas segar!
Ketupat Kandangan yang diberi nama sesuai dengan daerah asalnya Kandangan ini sebenarnya sangat sederhana. Namun, justru dua elemen utama racikan ketupat ini yang unik. Pertama ketupat khas Kandangan yang besar dan gendut. Tak seperti ketupat umumnya yang padat lembut, ketupat Kandangan justru agak pera, butiran nasinya masih bisa terlacak dan mudah dimemarkan.
Yang kedua adalah si ikan haruan alias ikan gabus yang diasap atau dipanggang memiliki tekstur kenyal kokoh dan gurih rasanya. Tentu saja dengan aroma wangi asap yang sedap. Kuahnya berupa kuah santan dengan aroma bawang, merica, ketumbar dan serai yang wangi.
Rasa kuahnya gurih-gurih enak. Untuk menyantap ketupat ini, ketupat dimemarkan dengan sendok hingga buyar dan menyatu dengan kuah santan plus ikan haruan yang wangi. Setelah itu butiran nasi yang terendam kuah menjadi makin enak. Apalagi jika diaduk dengan sedikit sambal yang kemerahan. Hmm... racikan ketupat Kandangan ini benar-benar mengobati kangen saya.
Nasi kuning Banjar juga disajikan dengan sederhana. Lauknya bisa dipilih ayam, daging, ikan haruan atau telur bebek. Tampilannya memang seperti nasi kuning umumnya dan ayam masak habang yang jadi lauknya memang diselimuti sambal yang kental merah agak kehitaman.
Saat dikunyah barulah terasa kalau nasi kuning ini agak pera tetapi lebih gurih dari nasi kuning yang biasa. Hmm.. pastinya karena memakai santan yang kental. Bumbu habangnya tidak terasa pedas tetapi justru manis dengan aksen asam yang enak. Pas dipadu dengan gurih wanginya nasi kuning.
Di rumah makan ini juga tersedia beragam kain tradisional Kalimantan seperti sasirangan dan lampit (tikar dari anyaman kulit rotan). Juga bisa dipesan beragam jenis penganan khas Banjar seperti amparan tatak, bika banjar, dan madu hutan Kalimantan.
Sepertinya saya bakal sering mampir ke warung ini. Selain cita rasanya masih kental Banjar, harga makanannya juga tidak terlalu mahal. Seporsi Soto Banjar dihargai Rp 14.000,00, Nasi Kuning Ayam Rp 14.000,00 dan Ketupat Kandangan Rp 17.000,00. Tak berlebihan untuk sebuah kenikmati daerah yang unik!
Sumber : Dev / Odilia Winneke - detikFood
Lihat juga:
Sate
Hanamasa
Senin, 15 November 2010
Effects of Ice cream
Beneath the Ice cream is a delicacy of the adverse effects that may not have a lot of people know, which reduces fertility. Ah, the time anyway? Although somewhat hard to believe, but a study made by researchers from the Nurses Health Study at Harvard School of Public Health, the U.S., it said that too much ice cream and other food products containing milk could increase the risk of infertility.
According to the researchers, women who ate two or more foods containing milk every day, tend to be difficult to conceive in the absence of ovulation. Meanwhile, those who eat fatty foods and milk once a day, only 27 percent are experiencing this problem. The results are reported in the European journal Human Reproduction this week.
But researchers also cautioned that the results of this research should not be trusted one hundred percent because of this research is only based on interviews with female respondents, rather than scientific research that specifically examines Ice cream. "The core of the publication of the results of this research is that women do not consume too much ice cream every day," said lead researcher, Dr. Jorge Chavarro from Harvard.
The results of this study was also questioned by the researchers themselves. According to them, the researchers were not able to find links between infertiliti and dairy products in general. "The weight that is too extreme, either too thin or too fat, which would increase the risk of difficult pregnancy," says Dr.William Gibbons, president of the Society for Assisted Reproductive Technology. According to him, overeating is not good, but too strict diet as well as bad for the process of reproduction. (Indonesiaindonesia - doktersehat.com)
See also:
Sate
Sushi
According to the researchers, women who ate two or more foods containing milk every day, tend to be difficult to conceive in the absence of ovulation. Meanwhile, those who eat fatty foods and milk once a day, only 27 percent are experiencing this problem. The results are reported in the European journal Human Reproduction this week.
But researchers also cautioned that the results of this research should not be trusted one hundred percent because of this research is only based on interviews with female respondents, rather than scientific research that specifically examines Ice cream. "The core of the publication of the results of this research is that women do not consume too much ice cream every day," said lead researcher, Dr. Jorge Chavarro from Harvard.
The results of this study was also questioned by the researchers themselves. According to them, the researchers were not able to find links between infertiliti and dairy products in general. "The weight that is too extreme, either too thin or too fat, which would increase the risk of difficult pregnancy," says Dr.William Gibbons, president of the Society for Assisted Reproductive Technology. According to him, overeating is not good, but too strict diet as well as bad for the process of reproduction. (Indonesiaindonesia - doktersehat.com)
See also:
Sate
Sushi
Delicacies of Sate Madura
Sate Madura Chicken Sate which generally is given a sauce of peanut sauce. But in Madura itself is sometimes used but is not a peanut sauce or chili sauce pecan. In addition, burning charcoal often Sate is often sprinkled with lime.
To reap more profit, dealers often mix the peanut sauce Sate with dry rice that has been refined. This dry rice, in Balinese called senggauk, a remnant of dried rice in the hot sun. In some areas of Java, such as the north coast, along the coast (north coast) covering the area Indramayu, Bradford, such rice called nasi aking. Commonly eaten by poor people who could not afford even the cheapest rice.
Sate Madura usually made of chicken. Known as the island of Madura in addition to salt, also known by his Sate. Sate madura already famous throughout the archipelago, Sate Madura can be found in almost all regions, especially in large cities such as Medan, Jakarta, Bandung, and Surabaya. It is said that in itself Sate Madura hard to find. But in addition to chicken as a main ingredient Sate also exist that use goat marked with the legs hanging behind the goat in rombong the seller Sate. Marinade is a mixture of finely ground bean paste and a little red onion. Roast it with fire of coconut shells that are burned first so-called coconut shell charcoal. It was tasty but dipantangkan to those that people with high cholesterol and acute gout.
Sate Madura Chicken Sate which generally is given a sauce of peanut sauce. But in Madura itself is sometimes used but is not a peanut sauce or chili sauce pecan. In addition, burning charcoal often Sate is often sprinkled with lime.
To reap more profit, dealers often mix the peanut sauce Sate with dry rice that has been refined. This dry rice, in Balinese called senggauk, a remnant of dried rice in the hot sun. In some areas of Java, such as the north coast, along the coast (north coast) covering the area Indramayu, Bradford, such rice called nasi aking. Commonly eaten by poor people who could not afford even the cheapest rice. (Wapedia.mobi)
See also:
Dim Sum
Hanamasa
To reap more profit, dealers often mix the peanut sauce Sate with dry rice that has been refined. This dry rice, in Balinese called senggauk, a remnant of dried rice in the hot sun. In some areas of Java, such as the north coast, along the coast (north coast) covering the area Indramayu, Bradford, such rice called nasi aking. Commonly eaten by poor people who could not afford even the cheapest rice.
Sate Madura usually made of chicken. Known as the island of Madura in addition to salt, also known by his Sate. Sate madura already famous throughout the archipelago, Sate Madura can be found in almost all regions, especially in large cities such as Medan, Jakarta, Bandung, and Surabaya. It is said that in itself Sate Madura hard to find. But in addition to chicken as a main ingredient Sate also exist that use goat marked with the legs hanging behind the goat in rombong the seller Sate. Marinade is a mixture of finely ground bean paste and a little red onion. Roast it with fire of coconut shells that are burned first so-called coconut shell charcoal. It was tasty but dipantangkan to those that people with high cholesterol and acute gout.
Sate Madura Chicken Sate which generally is given a sauce of peanut sauce. But in Madura itself is sometimes used but is not a peanut sauce or chili sauce pecan. In addition, burning charcoal often Sate is often sprinkled with lime.
To reap more profit, dealers often mix the peanut sauce Sate with dry rice that has been refined. This dry rice, in Balinese called senggauk, a remnant of dried rice in the hot sun. In some areas of Java, such as the north coast, along the coast (north coast) covering the area Indramayu, Bradford, such rice called nasi aking. Commonly eaten by poor people who could not afford even the cheapest rice. (Wapedia.mobi)
See also:
Dim Sum
Hanamasa
Kamis, 11 November 2010
Dim Sum Guide
Dim Sum restaurants in Hong Kong are busy, loud and move at a hundred miles an hour – that’s what makes them great – but the clamour and clatter can also be intimidating for first timers. This how to order Dim Sum guide will walk you through the rules and customs of ordering Dim Sum, from navigating the ordering process to where not to put your chopsticks.
1. Bring Friends
Dim Sum is essentially a group experience, with a selection of dishes being ordered and shared around the table. Many of the tables in Hong Kong Dim Sum restaurants will seat upwards of eight people, they even swivel for easy access to the grub, and sitting there by your lonesome can be a little intimidating.
2. Tackle the Maitre’d
Hong Kong is a pushy town and if you want to get a table, you’ll need to be as pushy as the locals. While some Dim Sum restaurants remain a free-for-all when it comes to seating, the majority employ a front of house maitre’d who is responsible for seating and queuing. Stick close to the maitre’d and look for people leaving to secure a table. Contrary to local folklore, it is possible to make a reservation at many Dim Sum restaurants.
3. Deciphering the Menu
Perhaps the most dreaded part of the Dim Sum experience, the menu at Hong Kong Dim Sum restaurants can be a challenge. The traditional cart that used be wheeled around carrying the Dim Sum selection has been retired in most restaurants, instead you need to tick what you want on the menu card provided. There is usually, but not always, an English language version. If there isn’t, your best bet is to tell the waiter the vegetables and meats you want to eat and he’ll do the rest. Look out for surprise Hong Kong foods like chicken feet.
4. More Tea Please
The jasmine tea you receive at the start of your meal is free. If you want more tea during your meal, just leave the top off the teapot and you’ll be topped up automatically.
5. Don’t Get Your Chopsticks in a Twist
Remember that only the communal chopsticks provided should be used for serving food or rice from the bowls to your plate. You should never use your own chopsticks to serve yourself from the communal bowls. (Rory Boland, About.com Guide - gohongkong.about.com)
See also :
Ice cream
Sate
1. Bring Friends
Dim Sum is essentially a group experience, with a selection of dishes being ordered and shared around the table. Many of the tables in Hong Kong Dim Sum restaurants will seat upwards of eight people, they even swivel for easy access to the grub, and sitting there by your lonesome can be a little intimidating.
2. Tackle the Maitre’d
Hong Kong is a pushy town and if you want to get a table, you’ll need to be as pushy as the locals. While some Dim Sum restaurants remain a free-for-all when it comes to seating, the majority employ a front of house maitre’d who is responsible for seating and queuing. Stick close to the maitre’d and look for people leaving to secure a table. Contrary to local folklore, it is possible to make a reservation at many Dim Sum restaurants.
3. Deciphering the Menu
Perhaps the most dreaded part of the Dim Sum experience, the menu at Hong Kong Dim Sum restaurants can be a challenge. The traditional cart that used be wheeled around carrying the Dim Sum selection has been retired in most restaurants, instead you need to tick what you want on the menu card provided. There is usually, but not always, an English language version. If there isn’t, your best bet is to tell the waiter the vegetables and meats you want to eat and he’ll do the rest. Look out for surprise Hong Kong foods like chicken feet.
4. More Tea Please
The jasmine tea you receive at the start of your meal is free. If you want more tea during your meal, just leave the top off the teapot and you’ll be topped up automatically.
5. Don’t Get Your Chopsticks in a Twist
Remember that only the communal chopsticks provided should be used for serving food or rice from the bowls to your plate. You should never use your own chopsticks to serve yourself from the communal bowls. (Rory Boland, About.com Guide - gohongkong.about.com)
See also :
Ice cream
Sate
Rabu, 10 November 2010
Sate Babi
Penjualan Sate babi di Kawasan Wisata Kuliner Malam Pecenongan, Jakarta Pusat menurun hingga 50 persen sejak tiga pekan terakhir ini akibat merebaknya kabar virus flu babi.
Salah seorang pedagang Sate babi, Yeni Natalia, di Jakarta, Kamis malam, mengatakan sejak itu, pembeli Sate babi dan sop babi menjadi menurun drastis.
"Sepinya pembeli mengakibatkan pendapatan kami juga menurun," katanya saat ditemui ANTARA di kawasan wisata kuliner.
Selain itu, kata Yeni, harga Sate babi juga turun sekitar Rp5 ribu dari harga semula sebesar Rp35 ribu, kini menjadi Rp30 ribu, sedangkan harga sop babi tetap dengan harga Rp25 ribu.
"Harga terpaksa kami turunin, padahal harga daging babinya tidak turun. Jadi mau gimana lagi, ini sudah menjadi resiko kami," ujar Yeni yang sudah berdagang lebih dari 22 tahun itu.
Menurut dia, jika sebelumnya pihaknya mampu menghabiskan 5 kilogram daging untuk Sate babi dan 7 kilogram untuk sop babi, maka saat ini hanya mampu menghasilkan 2-3 kilogram.
Adapun pembeli, kata dia, rata-rata kebanyakan dari kalangan kelas menengah ke atas yakni dari warga negara asing (WNA) dan warga keturunan China.
"Untuk warga asing yang sering datang kesini biasanya warga Singapura yang menginap di hotel sekitar Peconongan," kata ibu empat anak ini.
Hal yang sama juga dikatakan salah seorang penjual Sate babi lainnya, Mulyanto, yang mengaku pendapatannya menurun akibat merebaknya kabar flu babi.
"Pembeli sepi, padahal harga sudah kami turunin," katanya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya dan juga para pedagang lainnya berharap agar sepinya pembeli bisa segera berakhir. (antara)
Lihat juga :
Wine
Ice cream
Salah seorang pedagang Sate babi, Yeni Natalia, di Jakarta, Kamis malam, mengatakan sejak itu, pembeli Sate babi dan sop babi menjadi menurun drastis.
"Sepinya pembeli mengakibatkan pendapatan kami juga menurun," katanya saat ditemui ANTARA di kawasan wisata kuliner.
Selain itu, kata Yeni, harga Sate babi juga turun sekitar Rp5 ribu dari harga semula sebesar Rp35 ribu, kini menjadi Rp30 ribu, sedangkan harga sop babi tetap dengan harga Rp25 ribu.
"Harga terpaksa kami turunin, padahal harga daging babinya tidak turun. Jadi mau gimana lagi, ini sudah menjadi resiko kami," ujar Yeni yang sudah berdagang lebih dari 22 tahun itu.
Menurut dia, jika sebelumnya pihaknya mampu menghabiskan 5 kilogram daging untuk Sate babi dan 7 kilogram untuk sop babi, maka saat ini hanya mampu menghasilkan 2-3 kilogram.
Adapun pembeli, kata dia, rata-rata kebanyakan dari kalangan kelas menengah ke atas yakni dari warga negara asing (WNA) dan warga keturunan China.
"Untuk warga asing yang sering datang kesini biasanya warga Singapura yang menginap di hotel sekitar Peconongan," kata ibu empat anak ini.
Hal yang sama juga dikatakan salah seorang penjual Sate babi lainnya, Mulyanto, yang mengaku pendapatannya menurun akibat merebaknya kabar flu babi.
"Pembeli sepi, padahal harga sudah kami turunin," katanya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya dan juga para pedagang lainnya berharap agar sepinya pembeli bisa segera berakhir. (antara)
Lihat juga :
Wine
Ice cream
Selasa, 09 November 2010
Sate Kelinci Telaga Sarangan Sukatno
Magetan - Berkunjung ke kawasan wisata Telaga Sarangan yang terletak di lereng Gunung Lawu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tidak lengkap jika tidak mencicipi kuliner khasnya, yakni Sate kelinci.
Tidak sulit mencari dimana pengunjung dapat menemukan hidangan khas ini. Karena hampir di sekeliling Telaga Sarangan terdapat warung-warung tenda maupun pedagang kaki lima yang menjajakan Sate kelinci.
Data dari Dinas Pariwisata Magetan mencatat, terdapat sedikitnya 140 pedagang Sate kelinci yang berjualan di sekitar kawasan Telaga Sarangan. Mereka tergabung dalam paguyuban pedagang Sate kelinci Telaga Sarangan.
Hampir sama dengan hidangan Sate pada umumnya, hanya saja pada Sate kelinci memiliki tekstur daging yang berserat halus dan warna sedikit pucat. Sehingga rasanya lebih lembut dan gurih saat dikunyah. Tidak seperti halnya Sate daging ayam ataupun kambing.
Salah satu anggota paguyuban pedagang Sate kelinci Telaga Sarangan, Sukatno, mengatakan, untuk dikonsumsi menjadi hidangan Satekelinci yang mantap, biasanya daging kelinci diambil dari kelinci yang berumur antara empat hingga enam bulan.
"Dipilihnya umur tersebut, karena rasa daging yang dihasilkannya akan empuk dan gurih," ujar Sukatno sambil mengipasi sate kelincinya.
Dalam penyajiannya, Sate kelinci tak ubahnya sate lainnya. Bumbunya pun sama yaitu terdiri atas bumbu kacang dihaluskan bercampur irisan bawang merah dan kecap manis. Bagi yang suka pedas bisa ditambahkan sambal pada bumbu Satenya. Demikian juga untuk sensasi rasa segar, pada bumbu Sate bisa ditambahkan dengan air perasan irisan jeruk nipis.
Ada dua pilihan dalam menyajikan satu porsi Sate kelinci, yakni menikmati Sate dengan irisan lontong yang lembut atau nasi putih yang pulen. Hidangan ini akan terasa lebih nikmat lagi saat menyantapnya sambil menikmati pemandangan Telaga Sarangan nan elok.
Satu porsi Sate kelinci Telaga Sarangan ini terdiri dari 15 tusuk Sate dan satu piring lontong ataupun nasi putih. Satu porsinya dihargai Rp10.000,00. Atau untuk 10 tusuknya hanya merogoh kocek Rp7.000,00 saja.
Sukatno menambahkan, satu kelinci muda, rata-rata dapat menghasilkan 60 hingga 90 tusuk Sate, tergantung dari ukuran kelinci. Rata-rata untuk hari libur seperti hari Minggu, pedagang Sate kelinci bisa menjual hingga 250 tusuk, sedangkan pada liburan keagamaan ataupun akhir tahun bisa meningkat hingga 900 tusuk Sate.
Sukatno mengaku, kelinci-kelinci tersebut ia peroleh dari pedagang pengepul yang sudah mejadi langganannya. Ia menggeluti pekerjaan berjualan Sate kelinci ini sudah sejak tahun 1983.
"Setiap berkunjung ke Telaga Sarangan, saya selalu membeli makanan kesukaan saya yakni Sate kelinci. Menurut saya, daging Sate kelinci di Telaga Sarangan lebih empuk dan gurih. Selain itu harganya juga pas," kata salah satu pengunjung Telaga Sarangan dari Madiun, Ashari Purwo.
Menurutnya, Sate kelinci Telaga Sarangan akan lebih "mak nyus" jika disandingkan dengan minuman teh tubruk hangat. Pasangan ini sangat pas untuk menikmati sejuknya udara di lereng Gunung Lawu ini. (Louis Rieka - AntaraJatim)
Lihat juga :
Dim Sum
Burger King
Tidak sulit mencari dimana pengunjung dapat menemukan hidangan khas ini. Karena hampir di sekeliling Telaga Sarangan terdapat warung-warung tenda maupun pedagang kaki lima yang menjajakan Sate kelinci.
Data dari Dinas Pariwisata Magetan mencatat, terdapat sedikitnya 140 pedagang Sate kelinci yang berjualan di sekitar kawasan Telaga Sarangan. Mereka tergabung dalam paguyuban pedagang Sate kelinci Telaga Sarangan.
Hampir sama dengan hidangan Sate pada umumnya, hanya saja pada Sate kelinci memiliki tekstur daging yang berserat halus dan warna sedikit pucat. Sehingga rasanya lebih lembut dan gurih saat dikunyah. Tidak seperti halnya Sate daging ayam ataupun kambing.
Salah satu anggota paguyuban pedagang Sate kelinci Telaga Sarangan, Sukatno, mengatakan, untuk dikonsumsi menjadi hidangan Satekelinci yang mantap, biasanya daging kelinci diambil dari kelinci yang berumur antara empat hingga enam bulan.
"Dipilihnya umur tersebut, karena rasa daging yang dihasilkannya akan empuk dan gurih," ujar Sukatno sambil mengipasi sate kelincinya.
Dalam penyajiannya, Sate kelinci tak ubahnya sate lainnya. Bumbunya pun sama yaitu terdiri atas bumbu kacang dihaluskan bercampur irisan bawang merah dan kecap manis. Bagi yang suka pedas bisa ditambahkan sambal pada bumbu Satenya. Demikian juga untuk sensasi rasa segar, pada bumbu Sate bisa ditambahkan dengan air perasan irisan jeruk nipis.
Ada dua pilihan dalam menyajikan satu porsi Sate kelinci, yakni menikmati Sate dengan irisan lontong yang lembut atau nasi putih yang pulen. Hidangan ini akan terasa lebih nikmat lagi saat menyantapnya sambil menikmati pemandangan Telaga Sarangan nan elok.
Satu porsi Sate kelinci Telaga Sarangan ini terdiri dari 15 tusuk Sate dan satu piring lontong ataupun nasi putih. Satu porsinya dihargai Rp10.000,00. Atau untuk 10 tusuknya hanya merogoh kocek Rp7.000,00 saja.
Sukatno menambahkan, satu kelinci muda, rata-rata dapat menghasilkan 60 hingga 90 tusuk Sate, tergantung dari ukuran kelinci. Rata-rata untuk hari libur seperti hari Minggu, pedagang Sate kelinci bisa menjual hingga 250 tusuk, sedangkan pada liburan keagamaan ataupun akhir tahun bisa meningkat hingga 900 tusuk Sate.
Sukatno mengaku, kelinci-kelinci tersebut ia peroleh dari pedagang pengepul yang sudah mejadi langganannya. Ia menggeluti pekerjaan berjualan Sate kelinci ini sudah sejak tahun 1983.
"Setiap berkunjung ke Telaga Sarangan, saya selalu membeli makanan kesukaan saya yakni Sate kelinci. Menurut saya, daging Sate kelinci di Telaga Sarangan lebih empuk dan gurih. Selain itu harganya juga pas," kata salah satu pengunjung Telaga Sarangan dari Madiun, Ashari Purwo.
Menurutnya, Sate kelinci Telaga Sarangan akan lebih "mak nyus" jika disandingkan dengan minuman teh tubruk hangat. Pasangan ini sangat pas untuk menikmati sejuknya udara di lereng Gunung Lawu ini. (Louis Rieka - AntaraJatim)
Lihat juga :
Dim Sum
Burger King
Senin, 08 November 2010
Sate dengan lumuran kelapa dan sambel kacang
Kenikmatan menyantap Sate akan semakin bertambah dengan lumuran bumbu kacang yang gurih dan tidak terlalu pedas. Asih mengatakan bumbu Sate memang sengaja diracik tidak pedas atas permintaan banyak konsumen. “Cabai kami sertakan di pinggir bumbu, tetapi apabila ada pelanggan yang suka dengan rasa pedas, kami buatkan yang pedas pol dengan tambahan 25 cabai, bahkan lebih,” katanya.
Pengunjung yang mencicipi Sate usus tentunya akan menikmati cita rasa yang sensasional karena rasa ususnya seperti daging dan sama sekali tidak amis. Begitu pun halnya dengan Sate sumsum yang terasa tidak enek serta lumer di mulut seperti ketika menyantap cokelat.
Apabila konsumen penasaran dengan menu Sate sumsum, sebaiknya datang sebelum jam makan siang agar tidak kehabisan. Menu lain yang pantas dicoba adalah Sate otot. Meski sate berbahan otot sapi, rasanya tidak alot. Kelezatan rasa aneka Sate yang disajikan di depot Ibu Asih itu tidak lepas dari cara memasaknya.
Sebenarnya, menurut Asih, proses memasak Sate ondomohen terbilang sederhana. Setelah dipotong-potong, daging lulur dalam diurap-urap (dicampur) dengan parutan kelapa kemetan atau kelapa dengan tingkat kematangan sedang dan bumbu rahasia. Campuran tersebut selanjutnya dibiarkan selama beberapa waktu hingga bumbu meresap.
Kelapa kemetan sebelumnya dicampur dengan bawang merah, bawang putih, garam, dan kunyit. “Untuk Sate sumsum, usus, dan otot, caranya sama, hanya ramuan bumbunya ditambah bumbu rujak. Usus dan otot juga sebelumnya harus direbus selama satu setengah jam agar empuk,” terang Asih.
Setelah proses perebusan selesai, potongan-potongan daging siap ditusuk dan dibakar. Agar Sate matang dan empuknya merata, tutur Asih, proses pembakaran harus dilakukan dengan cepat dan sering dibolak-balik. Khusus untuk poya, parutan kelapa disangrai lalu diberi bumbu rahasia, dan selanjutnya dibiarkan kering.
Setelah itu poya ditumbuk agar lebih halus untuk campuran nasi hangat. Seluruh proses memasak itu dilakukan di dapur rumah Asih di Gang Ondomohen, Jalan Walikota Mustajab. Menurut Asih, setiap harinya, dia menghabiskan sekitar 1 kuintal lulur dalam, 2 kilogram gajih, dan 5 kilogram usus.
Sementara itu, lebih dari 40 butir kelapa dia olah, baik untuk parutan pada daging Sate maupun dijadikan poya. Menyantap Sate di depot Ibu Asih tidak lengkap rasanya jika tidak ditemani kerupuk puli. Kerupuk yang terbuat dari tepung terigu dan berbumbu bawang putih itu dijual seharga 1.000 rupiah per bungkus.
Kerupuk yang terasa gurih tapi tidak terlalu asin itu merupakan kombinasi yang pas untuk melengkapi rasa manis bumbu Sate. Selain karena Satenya, kebanyakan pengunjung tertarik akan minuman teh yang disajikan di Depot Ibu Asih. Di sana tersedia dua macam minuman teh, yakni teh hangat dan dingin.
Menurut Asih, rasa minuman teh di tempatnya memang berbeda karena diracik dari dua jenis teh yang berbeda. “Banyak pengunjung yang menyukai teh racikan kami, bahkan ada yang membawanya ke Singapura untuk oleh-oleh,” pungkas dia. (SB/L-2 - koran jakarta)
Lihat juga :
Dim Sum
Soto
Pengunjung yang mencicipi Sate usus tentunya akan menikmati cita rasa yang sensasional karena rasa ususnya seperti daging dan sama sekali tidak amis. Begitu pun halnya dengan Sate sumsum yang terasa tidak enek serta lumer di mulut seperti ketika menyantap cokelat.
Apabila konsumen penasaran dengan menu Sate sumsum, sebaiknya datang sebelum jam makan siang agar tidak kehabisan. Menu lain yang pantas dicoba adalah Sate otot. Meski sate berbahan otot sapi, rasanya tidak alot. Kelezatan rasa aneka Sate yang disajikan di depot Ibu Asih itu tidak lepas dari cara memasaknya.
Sebenarnya, menurut Asih, proses memasak Sate ondomohen terbilang sederhana. Setelah dipotong-potong, daging lulur dalam diurap-urap (dicampur) dengan parutan kelapa kemetan atau kelapa dengan tingkat kematangan sedang dan bumbu rahasia. Campuran tersebut selanjutnya dibiarkan selama beberapa waktu hingga bumbu meresap.
Kelapa kemetan sebelumnya dicampur dengan bawang merah, bawang putih, garam, dan kunyit. “Untuk Sate sumsum, usus, dan otot, caranya sama, hanya ramuan bumbunya ditambah bumbu rujak. Usus dan otot juga sebelumnya harus direbus selama satu setengah jam agar empuk,” terang Asih.
Setelah proses perebusan selesai, potongan-potongan daging siap ditusuk dan dibakar. Agar Sate matang dan empuknya merata, tutur Asih, proses pembakaran harus dilakukan dengan cepat dan sering dibolak-balik. Khusus untuk poya, parutan kelapa disangrai lalu diberi bumbu rahasia, dan selanjutnya dibiarkan kering.
Setelah itu poya ditumbuk agar lebih halus untuk campuran nasi hangat. Seluruh proses memasak itu dilakukan di dapur rumah Asih di Gang Ondomohen, Jalan Walikota Mustajab. Menurut Asih, setiap harinya, dia menghabiskan sekitar 1 kuintal lulur dalam, 2 kilogram gajih, dan 5 kilogram usus.
Sementara itu, lebih dari 40 butir kelapa dia olah, baik untuk parutan pada daging Sate maupun dijadikan poya. Menyantap Sate di depot Ibu Asih tidak lengkap rasanya jika tidak ditemani kerupuk puli. Kerupuk yang terbuat dari tepung terigu dan berbumbu bawang putih itu dijual seharga 1.000 rupiah per bungkus.
Kerupuk yang terasa gurih tapi tidak terlalu asin itu merupakan kombinasi yang pas untuk melengkapi rasa manis bumbu Sate. Selain karena Satenya, kebanyakan pengunjung tertarik akan minuman teh yang disajikan di Depot Ibu Asih. Di sana tersedia dua macam minuman teh, yakni teh hangat dan dingin.
Menurut Asih, rasa minuman teh di tempatnya memang berbeda karena diracik dari dua jenis teh yang berbeda. “Banyak pengunjung yang menyukai teh racikan kami, bahkan ada yang membawanya ke Singapura untuk oleh-oleh,” pungkas dia. (SB/L-2 - koran jakarta)
Lihat juga :
Dim Sum
Soto
Minggu, 07 November 2010
Maksi di Hanamasa enaakk
Minggu lalu, secara mendadak gue diajakin buat makan siang bareng di Hanamasa. Sambil ketawa bahagia karena diajak makan sepuasnya, akhirnya langsung gue terima. Hahaha.. Lumayaannn banget hari gini diajakin makan sepuasnya plus dibayarin pula!
Dan akhirnya, gue sama beberapa temen gue *yang nebeng sama temen kita yang bawa mobil*, langsung meluncur ke Hanamasa terdekat karena emang udah waktunya makan siang pula. Perut udah krucuk-krucukan nggak jelas.
Sesampe di Hanamasa, dengan dodolnya, nya gue ngikutin aja apa yang orang-orang pada ambil. Yang menurut gue enak buat dimakan, gue taro di piring smua. Bwahahaha... mumpung gratiiisss!!
Fyi, Hanamasa ini makananya ada berbagai jenis loh. Ada 2 jenis yang utama, syabu-syabu sama panggangan yakiniku. Gue ambil aja dua-duanya.
Abis gue ngambilin Syabu-syabu sama yakiniku yang ada di Hanamasa, gue taro semua makanan itu di meja. Kebetulan untuk panggangannya sama buat rebusan syabu-syabunya lagi di setel sama mbaknya. Akhirnya gue tinggalin aja tu yang barusan gue ambil dan gue kembali bergerilya nyari makanan yang laen. Bwahahahaha...
Gue ikutin aja temen gue dari belakang. Gue kembali beraksi ngambil sepuasnya apa yang ada di buffet, tapi yang ga perlu dimasak tentunya. Terus ke buffet berikutnya dan buffet berikutnya dan buffet berikutnya.
Pas akhirnya semua makanan udah menumpuk di meja, naluri piranha gue sama temen-temen gue langsung muncul seketika. Sumpah, kita semua kalap banget makannya. Ampe kayak mo meledak perut gue minta disetop. Akhirnya, gue tutup dengan makan puding coklat sebagai dessert-nya. Kuenyaaanngg bangeett!!
Emang kalo mau ke Hanamasa, selain lo mesti nyiapin budget yang gede, lo juga mesti nyiapin nafsu makan lo yang gede juga.Muahahaha.... Selamat makan di Hanamasa!!
Lihat juga :
Sate
Burger King
Dan akhirnya, gue sama beberapa temen gue *yang nebeng sama temen kita yang bawa mobil*, langsung meluncur ke Hanamasa terdekat karena emang udah waktunya makan siang pula. Perut udah krucuk-krucukan nggak jelas.
Sesampe di Hanamasa, dengan dodolnya, nya gue ngikutin aja apa yang orang-orang pada ambil. Yang menurut gue enak buat dimakan, gue taro di piring smua. Bwahahaha... mumpung gratiiisss!!
Fyi, Hanamasa ini makananya ada berbagai jenis loh. Ada 2 jenis yang utama, syabu-syabu sama panggangan yakiniku. Gue ambil aja dua-duanya.
Abis gue ngambilin Syabu-syabu sama yakiniku yang ada di Hanamasa, gue taro semua makanan itu di meja. Kebetulan untuk panggangannya sama buat rebusan syabu-syabunya lagi di setel sama mbaknya. Akhirnya gue tinggalin aja tu yang barusan gue ambil dan gue kembali bergerilya nyari makanan yang laen. Bwahahahaha...
Gue ikutin aja temen gue dari belakang. Gue kembali beraksi ngambil sepuasnya apa yang ada di buffet, tapi yang ga perlu dimasak tentunya. Terus ke buffet berikutnya dan buffet berikutnya dan buffet berikutnya.
Pas akhirnya semua makanan udah menumpuk di meja, naluri piranha gue sama temen-temen gue langsung muncul seketika. Sumpah, kita semua kalap banget makannya. Ampe kayak mo meledak perut gue minta disetop. Akhirnya, gue tutup dengan makan puding coklat sebagai dessert-nya. Kuenyaaanngg bangeett!!
Emang kalo mau ke Hanamasa, selain lo mesti nyiapin budget yang gede, lo juga mesti nyiapin nafsu makan lo yang gede juga.Muahahaha.... Selamat makan di Hanamasa!!
Lihat juga :
Sate
Burger King
Jumat, 05 November 2010
Sate dengan lumuran kelapa
Kenikmatan menyantap Sate akan semakin bertambah dengan lumuran bumbu kacang yang gurih dan tidak terlalu pedas. Asih mengatakan bumbu Sate memang sengaja diracik tidak pedas atas permintaan banyak konsumen. “Cabai kami sertakan di pinggir bumbu, tetapi apabila ada pelanggan yang suka dengan rasa pedas, kami buatkan yang pedas pol dengan tambahan 25 cabai, bahkan lebih,” katanya.
Pengunjung yang mencicipi Sate usus tentunya akan menikmati cita rasa yang sensasional karena rasa ususnya seperti daging dan sama sekali tidak amis. Begitu pun halnya dengan Sate sumsum yang terasa tidak enek serta lumer di mulut seperti ketika menyantap cokelat.
Apabila konsumen penasaran dengan menu Sate sumsum, sebaiknya datang sebelum jam makan siang agar tidak kehabisan. Menu lain yang pantas dicoba adalah Sate otot. Meski Sate berbahan otot sapi, rasanya tidak alot. Kelezatan rasa aneka Sate yang disajikan di depot Ibu Asih itu tidak lepas dari cara memasaknya.
Sebenarnya, menurut Asih, proses memasak Sate ondomohen terbilang sederhana. Setelah dipotong-potong, daging lulur dalam diurap-urap (dicampur) dengan parutan kelapa kemetan atau kelapa dengan tingkat kematangan sedang dan bumbu rahasia. Campuran tersebut selanjutnya dibiarkan selama beberapa waktu hingga bumbu meresap.
Kelapa kemetan sebelumnya dicampur dengan bawang merah, bawang putih, garam, dan kunyit. “Untuk Sate sumsum, usus, dan otot, caranya sama, hanya ramuan bumbunya ditambah bumbu rujak. Usus dan otot juga sebelumnya harus direbus selama satu setengah jam agar empuk,” terang Asih.
Setelah proses perebusan selesai, potongan-potongan daging siap ditusuk dan dibakar. Agar Sate matang dan empuknya merata, tutur Asih, proses pembakaran harus dilakukan dengan cepat dan sering dibolak-balik. Khusus untuk poya, parutan kelapa disangrai lalu diberi bumbu rahasia, dan selanjutnya dibiarkan kering.
Setelah itu poya ditumbuk agar lebih halus untuk campuran nasi hangat. Seluruh proses memasak itu dilakukan di dapur rumah Asih di Gang Ondomohen, Jalan Walikota Mustajab. Menurut Asih, setiap harinya, dia menghabiskan sekitar 1 kuintal lulur dalam, 2 kilogram gajih, dan 5 kilogram usus.
Sementara itu, lebih dari 40 butir kelapa dia olah, baik untuk parutan pada daging Sate maupun dijadikan poya. Menyantap Sate di depot Ibu Asih tidak lengkap rasanya jika tidak ditemani kerupuk puli. Kerupuk yang terbuat dari tepung terigu dan berbumbu bawang putih itu dijual seharga 1.000 rupiah per bungkus.
Kerupuk yang terasa gurih tapi tidak terlalu asin itu merupakan kombinasi yang pas untuk melengkapi rasa manis bumbu Sate. Selain karena Sate nya, kebanyakan pengunjung tertarik akan minuman teh yang disajikan di Depot Ibu Asih. Di sana tersedia dua macam minuman teh, yakni teh hangat dan dingin.
Menurut Asih, rasa minuman teh di tempatnya memang berbeda karena diracik dari dua jenis teh yang berbeda. “Banyak pengunjung yang menyukai teh racikan kami, bahkan ada yang membawanya ke Singapura untuk oleh-oleh,” pungkas dia. (koran jakarta)
Lihat juga :
Sushi
Soto
Pengunjung yang mencicipi Sate usus tentunya akan menikmati cita rasa yang sensasional karena rasa ususnya seperti daging dan sama sekali tidak amis. Begitu pun halnya dengan Sate sumsum yang terasa tidak enek serta lumer di mulut seperti ketika menyantap cokelat.
Apabila konsumen penasaran dengan menu Sate sumsum, sebaiknya datang sebelum jam makan siang agar tidak kehabisan. Menu lain yang pantas dicoba adalah Sate otot. Meski Sate berbahan otot sapi, rasanya tidak alot. Kelezatan rasa aneka Sate yang disajikan di depot Ibu Asih itu tidak lepas dari cara memasaknya.
Sebenarnya, menurut Asih, proses memasak Sate ondomohen terbilang sederhana. Setelah dipotong-potong, daging lulur dalam diurap-urap (dicampur) dengan parutan kelapa kemetan atau kelapa dengan tingkat kematangan sedang dan bumbu rahasia. Campuran tersebut selanjutnya dibiarkan selama beberapa waktu hingga bumbu meresap.
Kelapa kemetan sebelumnya dicampur dengan bawang merah, bawang putih, garam, dan kunyit. “Untuk Sate sumsum, usus, dan otot, caranya sama, hanya ramuan bumbunya ditambah bumbu rujak. Usus dan otot juga sebelumnya harus direbus selama satu setengah jam agar empuk,” terang Asih.
Setelah proses perebusan selesai, potongan-potongan daging siap ditusuk dan dibakar. Agar Sate matang dan empuknya merata, tutur Asih, proses pembakaran harus dilakukan dengan cepat dan sering dibolak-balik. Khusus untuk poya, parutan kelapa disangrai lalu diberi bumbu rahasia, dan selanjutnya dibiarkan kering.
Setelah itu poya ditumbuk agar lebih halus untuk campuran nasi hangat. Seluruh proses memasak itu dilakukan di dapur rumah Asih di Gang Ondomohen, Jalan Walikota Mustajab. Menurut Asih, setiap harinya, dia menghabiskan sekitar 1 kuintal lulur dalam, 2 kilogram gajih, dan 5 kilogram usus.
Sementara itu, lebih dari 40 butir kelapa dia olah, baik untuk parutan pada daging Sate maupun dijadikan poya. Menyantap Sate di depot Ibu Asih tidak lengkap rasanya jika tidak ditemani kerupuk puli. Kerupuk yang terbuat dari tepung terigu dan berbumbu bawang putih itu dijual seharga 1.000 rupiah per bungkus.
Kerupuk yang terasa gurih tapi tidak terlalu asin itu merupakan kombinasi yang pas untuk melengkapi rasa manis bumbu Sate. Selain karena Sate nya, kebanyakan pengunjung tertarik akan minuman teh yang disajikan di Depot Ibu Asih. Di sana tersedia dua macam minuman teh, yakni teh hangat dan dingin.
Menurut Asih, rasa minuman teh di tempatnya memang berbeda karena diracik dari dua jenis teh yang berbeda. “Banyak pengunjung yang menyukai teh racikan kami, bahkan ada yang membawanya ke Singapura untuk oleh-oleh,” pungkas dia. (koran jakarta)
Lihat juga :
Sushi
Soto
Rabu, 03 November 2010
Sate Asmawi
Sate khas Banten ini kondang karena empuk dagingnya. Dipotong ukuran kecil, sate kambingnya empuk dengan balutan bumbu kacang yang renyah halus. Dicocol dengan kecap manis, rasanya jadi makin enak. Apalagi dikunyah saat hangat mengepul. Nyam..nyam!
Berjalan-jalan di kota Cilegon, selalu saja menarik buat saya. Kota kecil ini selalu saja menyajikan kuliner yang sayang jika dilewatkan. Di Cilegon ada sate bebek yang tersohor, tapi kali ini saya sedang tidak ingin makan sate bebek. Salah seorang teman saya mengajak saya menyambangi kedai sate Asmawi sebelum kembali ke Jakarta.
Meskipun masih pagi, pengunjung yang datang sudah hampir memenuhi rumah makan ini. Saya memilih duduk dibagian luar karena di dalam sedikit sumpek. Puluhan tusuk sate kambing dan sate ayam tengah dibakar, menebarkan aroma harum yang dahsyat
menggelitik hidung. Yummy!
Saya memesan satu porsi sate kambing dan satu porsi sate ayam. Sebenarnya menu lainnya banyak, seperti sate sapi, sop kambing, sop ayam, dan juga sop bebek tapi sayangnya sate bebek yang ingin sekali saya cicipi sedang kosong. Jadi saya harus berlega hati dengan sate kambing dan sate ayam saja.
Satu porsi sate kambing dan ayam ini berisi sepuluh tusuk. Uniknya, kedua sate ini disajikan dengan sambal kacang yang digerus halus. Tidak seperti di Jakarta, saya selalu ditawari mau sambal kacang atau sambal kecap sebagai bumbu, di sini semua disajikan dengan sambal kacang. Bahkan sate kambing sekalipun.
Meskipun begitu, ada sepiring kecil sambal kecap lengkap dengan potongan tomat, cabai dan bawang sebagai pelengkap. Potongan dagingnya tidak terlalu besar, justru cenderung kecil dan agak tipis untuk sate ayamnya. Sedangkan sate kambing nya berukuran sedang tiap potongnya, berseling dengan potongan lemak yang bikin rasanya gurih-gurih enak.
Dagingnya empuk, dengan cocolan sambal kacang yang gurih. Ini juga yang menjadi salah satu keunikan sate Cilegon, bumbu kacangnya rasanya gurih dengan terlihat sedikit jejak berminyak di permukaan. Saya yang terbiasa dengan bumbu sate yang
sedikit manis harus menambahkan kecap pada bumbunya.
Kecap yang digunakan adalah kecap cap korma, rasanya tidak terlalu manis dan sedikit encer. Sehingga tidak merusak citarasa sate aslinya. Justru malah makin enak, manis dan gurih yang lamat-lamat. Harga seporsi sate kambing dan sate ayam ini juga tidak mahal,
cukup Rp 18.000,00 saja. O ya, pondok sate Asmawi juga menerima pesanan untuk acara hajatan dan selamatan. (danang - koran baru)
Lihat juga :
Dim Sum
Hanamasa
Berjalan-jalan di kota Cilegon, selalu saja menarik buat saya. Kota kecil ini selalu saja menyajikan kuliner yang sayang jika dilewatkan. Di Cilegon ada sate bebek yang tersohor, tapi kali ini saya sedang tidak ingin makan sate bebek. Salah seorang teman saya mengajak saya menyambangi kedai sate Asmawi sebelum kembali ke Jakarta.
Meskipun masih pagi, pengunjung yang datang sudah hampir memenuhi rumah makan ini. Saya memilih duduk dibagian luar karena di dalam sedikit sumpek. Puluhan tusuk sate kambing dan sate ayam tengah dibakar, menebarkan aroma harum yang dahsyat
menggelitik hidung. Yummy!
Saya memesan satu porsi sate kambing dan satu porsi sate ayam. Sebenarnya menu lainnya banyak, seperti sate sapi, sop kambing, sop ayam, dan juga sop bebek tapi sayangnya sate bebek yang ingin sekali saya cicipi sedang kosong. Jadi saya harus berlega hati dengan sate kambing dan sate ayam saja.
Satu porsi sate kambing dan ayam ini berisi sepuluh tusuk. Uniknya, kedua sate ini disajikan dengan sambal kacang yang digerus halus. Tidak seperti di Jakarta, saya selalu ditawari mau sambal kacang atau sambal kecap sebagai bumbu, di sini semua disajikan dengan sambal kacang. Bahkan sate kambing sekalipun.
Meskipun begitu, ada sepiring kecil sambal kecap lengkap dengan potongan tomat, cabai dan bawang sebagai pelengkap. Potongan dagingnya tidak terlalu besar, justru cenderung kecil dan agak tipis untuk sate ayamnya. Sedangkan sate kambing nya berukuran sedang tiap potongnya, berseling dengan potongan lemak yang bikin rasanya gurih-gurih enak.
Dagingnya empuk, dengan cocolan sambal kacang yang gurih. Ini juga yang menjadi salah satu keunikan sate Cilegon, bumbu kacangnya rasanya gurih dengan terlihat sedikit jejak berminyak di permukaan. Saya yang terbiasa dengan bumbu sate yang
sedikit manis harus menambahkan kecap pada bumbunya.
Kecap yang digunakan adalah kecap cap korma, rasanya tidak terlalu manis dan sedikit encer. Sehingga tidak merusak citarasa sate aslinya. Justru malah makin enak, manis dan gurih yang lamat-lamat. Harga seporsi sate kambing dan sate ayam ini juga tidak mahal,
cukup Rp 18.000,00 saja. O ya, pondok sate Asmawi juga menerima pesanan untuk acara hajatan dan selamatan. (danang - koran baru)
Lihat juga :
Dim Sum
Hanamasa
Selasa, 02 November 2010
Membuat Wine Sendiri
Buah Anggur menghasilkan Wine berkualitas yang cocok untuk hadiah yang besar, biasanya diberikan selama pernikahan, Natal, Thanksgiving, dan ulang tahun. Sebagian besar buah pembuatan minuman anggur / Wine, ditangani oleh penggemar yang datang dengan hobi ini karena mereka mendapatkan pemenuhan dan kepuasan dari menciptakan Wine mereka sendiri.
Buah untuk membuat minuman anggur / Wine telah menjadi hobi yang sangat populer. Ribuan anggur dibuat untuk menjadi minuman Wine dan resep-resep bermunculan di internet untuk memandu pemula dan penggemar dalam membuat anggur berkualitas yang diinginkan oleh orang-orang tersebut. Saat ini, membuat minuman Wine adalah salah satu hobi yang paling populer di Amerika Serikat menarik penduduk muda dan setengah baya. Ada juga ratusan forum online dan diskusi tentang membuat minuman Wine dari buang anggur dan tips dan teknik yang terlibat dalam pembuatan minuman Wine .
Coba Winemaker Artful Hari Ini!Hal terbaik tentang membuat minuman Wine adalah bahwa Wine yang dibuat khusus agar sesuai dengan selera pembuatnya. Mungkin butuh waktu bertahun-tahun dan jumlah uang yang besar sebelum menemukan anggur yang tepat yang sesuai dengan selera seseorang. Mengapa Anda harus menghabiskan banyak uang untuk Wine yang tersedia ditoko-toko ketika anda bisa membuat Wine sendiri dengan lebih cepat dan mudah?
Semakin banyak orang saat ini menikmati seni pembuatan minuman Wine. Bukan hanya karena lebih murah daripada membeli minuman Wine, tetapi juga karena mereka menyukai tantangan untuk berusaha sesuai dengan kualitas dan rasa Wine mahal lainnya. (Fruitwinemaking)
Lihat juga:
Soto
Sate
Buah untuk membuat minuman anggur / Wine telah menjadi hobi yang sangat populer. Ribuan anggur dibuat untuk menjadi minuman Wine dan resep-resep bermunculan di internet untuk memandu pemula dan penggemar dalam membuat anggur berkualitas yang diinginkan oleh orang-orang tersebut. Saat ini, membuat minuman Wine adalah salah satu hobi yang paling populer di Amerika Serikat menarik penduduk muda dan setengah baya. Ada juga ratusan forum online dan diskusi tentang membuat minuman Wine dari buang anggur dan tips dan teknik yang terlibat dalam pembuatan minuman Wine .
Coba Winemaker Artful Hari Ini!Hal terbaik tentang membuat minuman Wine adalah bahwa Wine yang dibuat khusus agar sesuai dengan selera pembuatnya. Mungkin butuh waktu bertahun-tahun dan jumlah uang yang besar sebelum menemukan anggur yang tepat yang sesuai dengan selera seseorang. Mengapa Anda harus menghabiskan banyak uang untuk Wine yang tersedia ditoko-toko ketika anda bisa membuat Wine sendiri dengan lebih cepat dan mudah?
Semakin banyak orang saat ini menikmati seni pembuatan minuman Wine. Bukan hanya karena lebih murah daripada membeli minuman Wine, tetapi juga karena mereka menyukai tantangan untuk berusaha sesuai dengan kualitas dan rasa Wine mahal lainnya. (Fruitwinemaking)
Lihat juga:
Soto
Sate
Langganan:
Postingan (Atom)