Selasa, 07 Desember 2010

Warung Pasta Kemang

hellow openricers~~

mo ngenalin resto pasta yang murah n cocok buat kantong mahasiswa nih..
lokasinya di Kemang, namanya warung pasta kemang.. *dari nama restonya aja uda merakyat, hihiii..

tau resto ini dari rekomendasi temennya cowokku sih,, soalnya cowokku (dan aku) belum pernah ke kemang sebelumnya, jadinya ya ditawarin Warung Pasta laah..

chopstickdari lokasinya sih, lumayan la.. suasananya cozy n cocok banget buat ngumpul ama temen"..

chopstickdari variasi makanan, SANGAT beragam,,
appetizer, Rp 10.000 - 19.000
bowlada cheese ball, calamari, french fries, garlic bread, caesar salad,
minestrone soup, Chicken wing, dll

Main course, (S) 12-18; (M) 15.5-23; (L) 18-29
bowl ada beraneka ragam rasa u/ pasta dgn ukuran Small, Medium, ampe Large
bowl ada macam-macam nasi keju, dgn ukuran dan harga (S) 12; (M) 17; (L) 21
bowl ada macam-macam baked pasta, dg ukuran (M) 19.5oo dan (L) 27.ooo

snack, berupa
bowl Sweet Pizza, dg harga rp 12.000
bowl Pizza tipis, dg harga rp 18.500-25.000
bowl Calzone, dg harga rp 15.000-17.000

oh ya, untuk pasta, kita bisa pilih loh mau apa, ada Spaghetti, Fusilli, Fresh Pappardelle, Fettucinne, Linguenne, dan Penne..

untuk beverage ama dessertnya, banyak pilihannya kog^^
dari Rp 7.000 - 20.000 aja.. murah kan??
ad yang refiil lagi, hihiii tongue

waktu itu, gw makannya Spicy Tako, soalnya emank suka ama eastern flavour begitu.. kalo yang creamy" gtu kurang suka.. rasanya lumayan la, cocok ama lidah gw..

kalo cowokku, makannya yg Sunny sunshine, karena dy emank pecinta tomato sauce n cheese.. menurutku yg ini juga lumayan enak kog^^

untuk cheese, kita mesennya yg Miti Miti, *lucu yah namanya..
pas pizzanya dateng, kita kagettt.. shocked
ukurannya gede banget (kalo untuk ber2), soalnya harganya cuman rp 20.000... untuk rasa, yaah, oK laaaah~~~


waah, pokoknya pas selese makan, kita berdua kekenyangan banget.. bener" puaaaas de!!! mad

buat openrices, selamat mencoba!!

Sumber : id.openrice.com

Kamis, 02 Desember 2010

Ice cream that makes a girl Muted

We never know when calamity strikes. Begitun happened to Rachel Devine while on vacation with her boyfriend in Turkey, mid last year. Because eating Ice cream made from goat's milk, this 25-year-old girl eventually becomes paralyzed and mute.

At that time, this Irish girl was walking around with and her boyfriend, Chris Mee. Both went out and bought ice cream to cool the thirst. just one mouthful, Rachel suddenly felt something wrong with her body. Her lips swelled immediately, and it became difficult to breathe.

Apparently Rachel elergi of goat's milk ice cream contained in it. At that time, with the remaining strength, she tried to solve the problem with taking medication for his asthma inhaler. However, to no avail. Rachel also had injected adrenalin EpiPen always carried if you have a serious shock cases. But, it also did not work.

Rachel fell unconscious at the scene and immediately rushed to the hospital. Rachel's doctors suspect a heart attack but after diagnosis of brain Rachel turns out he had a lack of oxygen. Rachel was convicted in a coma.

Rachel received intensive treatment in Turkey and found the swelling of the brain. After eight days of treatment, he was flown by medical jet to the hospital their home country. However, upon arriving in Belfast, Ireland, doctors who handle more pessimistic and told his family to get ready for the worst.
Because the experience of states, some coma patients who have little hope to live again. Miraculously, after four weeks of coma, Rachel finally realized. Rachel thinks he admitted when realized the plane crashed en route to Turkey. Although his brain survived, but she was unable to walk and difficulty speaking.

Although in that condition, she was determined to recover by following a rehabilitation program. Slowly, she began to say a few words and could stand. Rachel claimed to want a return to normal.

Doctors say Rachel is very lucky because of the rare and extreme allergy attack can membunuhnya.Gejala someone has a food allergy skin started itching and difficulty breathing.

If classified as severe allergic reactions are dangerous is the start narrowing the airways so that the heart can not pump air very well. As a result, the body does not get enough oxygen. When the body lacks oxygen, the brain function decreases. If the rescue was too late, can cause death.

Source: TRIBUNNEWS.COM

See also:
Dim Sum

Rabu, 01 Desember 2010

Itoph

Bekerja sebagai seorang waiter, helper, hingga asisten chef pernah dilakoni oleh pria yang kini menjadi Sushi chef sekaligus pemilik sebuah resto sushi ini. Siapa sangka belajar memasak dari sang oma dan rasa ingin tahu yang besar justru merupakan modal terbesarnya menjadi sukses!

Bernama lengkap Toar Christopher atau yang akrab disapa Itoph, sushi chef dan salah satu pemilik Poké Sushi ini mengaku tak pernah menyangka akan menjadi seorang chef apalagi seorang sushi chef. Cita-citanya semasa SMA adalah menjadi seorang arsitek untuk mengikuti jejak sang ibu. Bahkan ia pun sempat mengecap pendidikan arsitek di Universitas Parahiangan, Bandung.

"Saya dulu bandel sekali, sehingga baru beberapa semester saya pun drop out akibat sering tidak masuk kuliah," ujarnya sambil terkekeh geli mengenang masa lalu. Hampir putus asa akhirnya sang ibu memutuskan untuk mengirimnya ke USA dan mengambil jurusan IT. Hijrah ke USA justru menjadi titik balik dari kehidupan Itop yang tak pernah bisa diduganya.

Pengalaman pertama bekerja part time dilakoninya di sebuah restoran bernama 'Little Tokyo'. Menjadi seorang waiter hingga kesulitan berkomunikasi dengan bahasa Inggris juga pernah dialami oleh Itop. Akhirnya saat terjadi krisis moneter di Indonesia pada tahun 1998 memaksanya bekerja total untuk membiayai kuliah.

Setelah menjalani training di Tennesee, USA selama 3 bulan akhirnya bapak dari seorang putri berusia 12 tahun ini ditempatkan di sebuah restoran Cina. Disinilah ia mulai mendapatkan ketrampilan dasar untuk menjadi seorang chef. Mulai dari menjadi seorang waiter, hingga kemudian menjadi seorang 'helper' di dapur. Menguliti ayam, mengangkat barang, hingga berdiri berjam-jam sudah merupakan makanan sehari-hari yang dijalani Itoph dengan tekun dan penuh kesabaran.

Tak sia-sia, ketika perusahaan tempat ia bekerja ingin membuka sebuah restoran Jepang di ia pun mendapatkan tawaran untuk mendalami sushi. Sebulan penuh ia mempelajari dan menghapalkan menu hingga diterima sebagai 'helper' seorang sushi chef. "Belajar menjadi sushi chef tidak mudah karena kita tidak diajarkan secara langsung. Kita harus pandai-pandai berlatih sendiri dan memperhatikan teknik sang chef, sebab sushi chef memang biasanya terkenal pelit berbagi ilmu" terangnya.

Setelah setahun, akhirnya Itop memperoleh kepercayaan dari sang chef untuk membuat maki dan nigiri sushi. Dalam tahap sebelumnya Itoph bahkan menjalani training mengasah pisau, mencuci, menyiapkan sayuran hingga memotong sayuran.

"Yang tersulit dari membuat sushi kita harus bergerak cepat sementara hasilnya tak hanya enak namun harus cantik," ujar Itoph. Cekatan dan kedisiplinan Itoph membuat sang guru terkesan dan merekomendasikan dirinya untuk memperdalam 'speed' membuat sushi pada teman sang guru di Atlanta. Ia pun sempat berguru di Atlanta selama 3 bulan, sebelum akhirnya kembali ditarik di perusahaan tempatnya bekerja dulu.

Perjalanan menjadi seorang corporate sushi chef pun dimulai, ia pun dipercaya memberi pelatihan outlet-outlet sushi perusahaan yang tersebar di seluruh Amerika. Namun tak lama, pekerjaan tersebut membuatnya bosan ia pun melamar bekerja di sebuah resto Jepang 'Ohana'. Pengalaman membuatnya diangkat menjadi sushi chef Ohana dan bekerja disana hampir 2 tahun lamanya.

Setelah pulang ke Indonesia, berkat dorongan dan ajakan teman-teman ia pun berani membuka sebuah restoran sushi bernama Poké Sushi Dharmawangsa yang menjadi cikal bakal tumbuhnya outlet-outlet Poké Sushi lainnya di Jakarta. Restoran berkonsep 'Japanese American Fusion' ini memang memiliki spesialisasi sushi berbentuk roll. Namun jika ditanya soal makanan favoritnya, "Sebenarnya makanan favorit saya bukan Jepang melainkan Bruine Bonen Soep buatan oma saya," ujarnya.

Tak pelit berbagi ilmu, ia pun memberikan resep membuat Caterpillar Unagi Roll bagi pembaca detikfood khususnya mereka pencinta sushi. Sushi ini merupakan salah satu menu favorit pengunjung Poké Sushi yang hmm... oishii desu ne!

Caterpillar Unagi Roll
Untuk 8 potong

Bahan:
80 g Nasi sushi
?? lembar nori ukuran 10x20 cm
10 g tobiko
80 g daging alpukat, iris tipis
10 g kyuri/mentimun hijau, iris tipis
50 g unagi, siap beli
10 ml saus unagi/teriyaki
Taburan:
1 sdt tobiko

Cara membuat:
* Sebarkan nasi sushi secara merata dengan menyisakan 5 mm bagian memanjang nori tanpa nasi. (Sebelumnya, basahi tangan dengan air).
* Balikkan ke atas makisu (gulungan bambu) yang sudah dilapisi plastik sehingga bagian nasi ada di luar. Susun di atas nori; tobiko, unagi dan kyuri.
* Gulung sambil padatkan hingga rapi dan lurus.
* Susun irisan alpukat segar di atasnya, tekan kembali dengan makisu hingga
* salmon melekat.
* Perciki dengan saus unagi/teriyaki dan taburi tobiko
* Potong melintang menjadi 8 bagian. Lapisi plastik, tekan-tekan kembali.
* Susun di atas piring, sajikan segera.

Tips:
* Untuk alpukat, pilih alpukat lokal Sukabumi yang besar dan tua. Ketika dipegang rasanya ‘kekar’, keras tetapi tidak terlalu lembut.
* Agar alpukat tidak kecokelatan warnanya, potong-potong sesaat akan disajikan atau digunakan.
* Unagi dapat dibeli di supermarket yang menjual produk import seperti Ranch Market, Sogo, dll.
* Pilih unagi yang besar, dagingnya lebih enak dan lebih lembut.
* Jika masih tersisa, unagi dapat disimpan di chiller.

"Kalau orang lain bisa, maka saya juga harus bisa," demikian tuturnya saat ditanya tentang motto hidupnya dan kegigihannya dalam menjalani hidup. (dev/Odi)

Sumber : Devita Sari - detikFood

Lihat juga:
Sate
Steak

Soto Daging Sapi

Lokasi warung bakso yang mirip Soto daging sapi Putri Mi’ad Pemalang ini mungkin relatif jauh dari Jalur Pantura Pemalang, namun walau berada di pinggir jalan alternatif Pemalang-Comal, pengunjung Bakso yang berdiri sejak tahun 1965 ini tak pernah sepi pengunjung.

Berada persis di sebelah selatan Tugu Desa Jebed Utara, lokasi warung bakso ini berjarak sekitar 10 km dari pusat kota Pemalang.
Dengan interior yang masih sederhana tak membuat para pengunjung warung milik Kusyati (47) ini berkurang. Dengan tata letak kursi yang memanjang seperti khasnya orang hajatan, banyak pengunjung yang datang merasa menikmati bakso seperti di rumah sendiri.

Menurut Kusyati sertidaknya dia membutuhkan daging sapi 18 Kg dalam sehari.

Sejak tahun 1965
Bakso yang sejak tahun 1965 terkenal dengan nama bakso Miad ini awalnya berada di desa Banjaran. Namun seiring jaman, usai meninggalnya Pak Miad, Kusyati memindah lokasi sejak tahun 2000 ke pertigaan Jebed Utara yang lokasinya lebih strategis.

Aroma daging sapi rebusan sudah kental terasa saat hendak memasuki warung tersebut karena letak gerobag permanen yang diletakkan di depan warung. Bakso yang ada disini bukanlah bakso gilingan seperti yang sering kita jumpai. Tetapi masih dalam bentuk daging yang dipotong kecil. dimasak dengan bumbu sederhana, merica, kemiri dan bawang putih.
Lebih mirip soto malahan dibandingkan bakso yang sering kita jumpai sehari-hari. Daging yang empuk juga menjadikan bakso ini dikunjungi pejabat maupun masyarakat dari luar kota. Dan cukup dengan tujuh ribu rupiah, anda bisa menyantap semangkuk bakso daging.

Racikan Khusus
Penikmat bakso Miad boleh saja meminta racikan khusus, semisal meminta tambahan tomat atau kerupuk wuwur. Kesegaran kuah bakso dengan tomat segar menjadikan Rina (26) pengunjung dari Watukumpul sering mampir ke warung tersebut.

"Segarnya kuah dan tomat mentah membuat ingin kembali kesini" ucapnya saat ditemui di warung yang buka dari jam 10 pagi ini pada hari biasa tutup pukul tujuh malam.

Hidangan lain sebagai pelengkap di warung ini adalah buah jeruk sebagai penutup makanan. (Makhjudin Zein/CN13)

Sumber : suaramerdeka.com

Lihat juga:
Dim Sum
Sour Sally

A Glass of Wine and Heart Attack

During his stay in London, England, Anna Chintia, 28, has a new habit. To get around the cold weather, he so often drink alcohol, especially Wine. "Making our body warmer," says single people who have recently returned to the country after the course for three months in London.

However, this practice does not make her into an alcoholic. He was conscious to not drink until you dizzy head or drunk. "Just one small glass anyway, which is important to keep warm," he said.
In addition to make a warm body, he continued, the discovery of some articles in the virtual world, drinking wine in a certain dose efficacious to health, among others, could reduce the risk of heart disease.

On this, he, among others, refer to the research of University of Rochester Medical Center (URMC) in New York. Researchers from UMRC, Eileen Redmond, explained that small amounts of alcohol can hold molecules that can create plaque in the arterial wall so that it can reduce the risk of cardiovascular disease.

Molecule called Notch protein helps control the muscles that regulate blood flow in arteries. When stimulated Notch molecule, for example with high cholesterol levels and smoking habits, plaque will grow and develop in the arteries.

But when the muscles that can create plaque in the arteries is affected by alcohol, according to Redmond, Notch molecules are prevented and the cells in the arterial wall will not grow and thicken. "Drink (Wine) in small amounts on a regular basis have the best effect in the prevention of heart disease," said Redmond told MyHealthNewsDaily.

Nutritionist Rachel Djuwita Hatma justify the conclusion that research. Among the several types of beverages that contain alcohol, according to him, red wine (red wine) was the one who can best prevent heart disease. "There plafonoid content that may lower the risk of heart disease," said the lecturer at the Faculty of Public Health University of Indonesia when asked for confirmation Tempo yesterday.
But Rachel cautioned, a good dose of alcohol to reduce the risk of heart disease is in small amounts. "A sip (one sip) of alcohol alone," says this bespectacled woman.

In addition, because the climate in Indonesia in general is very different from Europe or other countries that recognize the winter, Ratna rate of alcohol consumption to health can not be done in Indonesia. Moreover, alcohol consumption in Indonesia is prohibited by religion (Islam).

Riani naturopathy expert Susan recognizes that fermented wine does have a good antioxidant. Antioxidants contained in the wine obtained from fermentation process of wines that have unique things. "This is what makes wine consumption can reduce heart disease risk," says the founder of Healthy Choice outlets this.

Nevertheless, he agrees with Rachel to not recommend drinking wine as an effort to prevent heart disease. "Wine is not a drug," said Riani. Therefore, Wine can not simply be consumed.
During this time the population of France and Italy are known rare heart disease. However, Riani said, this is not just caused solely by the habit of drinking wine. "It must be remembered, the Italians and the French consume a lot of foods that are boiled and do not eat fried food like us," said a graduate of Southern College of Arkansas, United States, this.

In France and Italy too, said Riani, people liked to walk to get from one place to another. In addition, air pollution has not been as severe there as in Indonesia. Conversely, the trend of urban communities in Indonesia are even more stylish everywhere sitting in the car. Fanny Febiana | LIVE SCIENCE

Source: tempointeraktif.com

See also:
Hanamasa
Burger King

Steak dengan Daging Sapi Lokal

Steak yang enak dan empuk sangat bergantung dari daging dan teknik memasaknya. Untuk hasil steak yang empuk, sebaiknya memakai daging yang khusus dijual untuk steak biasanya merupakan produk impor.

Namun kita bisa juga memakai daging sapi lokal, pilih bagian has dalam (tenderloin), has luar (sirloin), dan top side. Ada beberapa tip supaya steak yang kita buat jadi empuk dan enak;

1. Irisan daging untuk steak harus melintang serat (serat daging tidak boleh membujur). Daging dengan irisan seperti ini akan cepat empuk dibandingkan bila seratnya diiris membujur. Bisa juga dengan membubuhkan bahan pengempuk daging (meat tenderizer) yang bisa dibeli di toko bahan pangan.

2. Selalu me-marinade atau merendam daging dalam cairan bumbu selama 1,5-2 jam di dalam chiller. Balik daging sekali-sekali supaya bumbu bisa terserap dengan sempurna.

3.Setelah cukup di marinade, lumuri permukaan daging dengan bumbu ketika akan di matangkan.

4. Jangan memasak steak terlalu lama, karena daging yang terlalu matang akan menjadi liat.
Daging yang terlalu matang akan kehilangann gurihnya.

5.Bila ingin mudah, Anda tinggal membeli saus steak siap pakai. Bumbu ini bisa dibeli di pasar swalayan pada gerai bumbu kering. Ini adalah saus steak siap pakai yang mudah di gunakan.

Sumber : kosmo.vivanews.com

Lihat juga:
Dim Sum

Selasa, 30 November 2010

Wine Putih Halal

AMSTERDAM (Berita SuaraMedia) – Taner Tabak (35) telah berusaha memperoleh sertifikat Wine putih halal selama dua tahun, dan kini ia telah berhasil. "Kevserhelalwine" miliknya lolos tes dan mendapat sertifikat halal dari Kontrol Kualitas Halal (Halal Quality Control – HQC).

Pencarian Tabak akan anggur dengan kadar alkohol 0% dilakukan atas permintaan kaum Muslim. Pada pertemuan setiap hari Jumat, mereka tidak dapat minum bersama kolega dan teman-teman dan sebuah "Wine halal" dapat menjadi solusi bagi persoalan itu.

Tabak mempelajari proses pembuatan Wine bebas alkohol. Melalui sebuah proses teknis baru, yang membuatnya mendapatkan hak paten, Tabak, bekerjasama dengan sebuah perusahaan Jerman, berhasil membuat Wine bebas alkohol. Tabak mengatakan memang telah ada minuman Wine yang dikatakan bebas alkohol, namun mereka tidak lolos tes halal HQC karena masih mengandung sedikit alkohol.

HQC memiliki banyak syarat sebelum mereka memberikan sebuah sertifikat pada suatu produk. Sebuah permintaan tambahan untuk memperoleh sertifikat contohnya adalah peraturan higienis. Mereka mengerjakannya di bawah konsultasi dengan HQC. Tabak mengatakan, "Wine halal tidak dibuat begitu saja!"

Kelompok sasaran Tabak bukan hanya kaum Muslim, melainkan lebih luas lagi. "Yang juga menjadi sasaran saya adalah para wanita hamil, mereka yang terkena diabetes, mereka yang harus menyetir setelah menghadiri sebuah pesta dan karena itu tidak bisa minum alkohol dan sebagainya."

Di antara koleksi Tabak adalah Wine merah, putih, dan mawar, juga Wine yang berat. Ia yakin akan kelezatan rasa Wine nya dan baru-baru ini menantang seorang ahli Wine Nicolaas Klei untuk datang dan mencicipi anggurnya.

Nama kevser merujuk pada sebuah surat di Al Quran, jelas Tabak. Surat itu berbicara tentang Wine halal.

Tabak tidak khawatir akan penjualan Wine - nya. Negara-negara seperti Malaysia, Azerbaijan, Dubai, dan bahkan Arab Saudi telah menunjukkan ketertarikannya, ujar Tabak dengan antusias.

Tabak menjual Kevserhelalwine melalui perusahaan miliknya, Talay Wine Company, dengan harga rata-rata 6-7 euro (Rp. 90.000 – 100.000).

"Kami telah mengubah yang haram menjadi halal. Wine yang berasa seperti Wine tapi benar-benar bebas alkohol, dan kami memproduksinya," ujar Tabak.

Wine halal buatan Tabak bukan satu-satunya minuman beralkohol yang tidak mengandung alkohol. Tahun lalu, di Perancis diproduksi Chamalal, sampanye halal. Seperti sampanye pada umumnya, minuman ini juga terbuat dari Wine dan bergelembung, namun bebas alkohol.

Diluncurkan pada bulan September, tepat menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2008, Chamala terbukti berhasil diterima di negara asal sampanye itu. Tidak ada satu acara pun yang akan lengkap tanpa kehadirannya.
Versi halal gelembung sampanye ini dijual dengan harga sekitar 60 euro (Rp. 900.000) per botol di beberapa restoran, namun jauh lebih murah jika membelinya di supermarket.

Penemu Chamalal, Rachid Gacem, mengatakan bahwa ia melihat adanya celah dalam pasar minuman beralkohol.

"Ketika saya datang ke pesta dan semua orang meminum alkohol, seperti sampanye, mereka seringkali menanyakan apakah saya mau minum satu gelas. Tapi kami (Muslim) tidak minum alkohol. Karena saya ingin menjadi bagian dari pesta, saya ingin meminum sesuatu yang seperti sampanye, tapi bukan sampanye."
Menanggapi minuman tersebut, tak semua Muslim lantas setuju. Beberapa di antara pemeluk Islam mempertanyakan bahkan meragukan kandungan isi Cham'alal. Seperti komentar-komentar di situs berita online yang menulis tentang peluncuran Cham'alal, yang salah satunya berbunyi, "Apakah itu benar-benar minuman Wine berkarbonasi?". (rin/iie/itn/fw/rpk/at) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Sumber : suaramedia.com

Lihat juga:
Sate
Soto

Burger King Hot!

Burger King Japan is bringing global warming home this summer... home for dinner! Hot on the heels of the wildly successful Angry Whopper, the fast food giant is set to roll out a burger that makes the AW seem as cute as Hello Kitty. It's called the "Crazy Whopper", and anyone crazy enough to try it can do so starting on Friday, July 23rd of 2010.

What's so crazy about the Crazy Whopper? The peppers are the point. The Angry Whopper gets its heat from green Jalapeno chili peppers, which rate about 5,000 on the Scoville scale. That sounds pretty high but so's the scale: pure Capsaicin scores 15 to 16 million.

Habanero peppers rate up to 500,000 and topping the list for cultivated peppers is India's Bhut Jolokia, the dreaded Ghost Chili. The Guinness World Records folks certified Bhut Jolokia as the world's hottest pepper in 2007, rating some cultivars at a searing 1,000,000 Scoville units! Now that's hot... fries with that?

No one assumes Burger King Japan will be layering slices of Ghost Chili peppers onto their whoppers come July 23rd. Instead, it's likely that some unspecified amount of Bhut Jolokia extract will be infused into a sauce that, while certainly peppery, won't be sending patrons into convulsions or causing them to spontaneously combust.

All BK-J will say for the time being is that the Crazy Whopper will be 30 times spicier than the Angry Whopper. Get your 570 yen (about $6.35) ready and bring LOTS of water. (via Japan Today, JPABC.net and Chokoball Cafe)

Sumber : Steve Levenstein-inventorspot.com

Lihat juga:
Dim Sum
Sushi

Rujak Ice cream Yogya

Di kota kelahiran saya, Yogyakarta, makanan yang satu ini gampang ditemukan, Rujak Ice cream. Racikan menu khas kota gudeg ini sebenarnya sederhana. Sepiring rujak berisi berbagai macam buah seperti mangga, bengkoang, pepaya, dan mentimun. Lalu, di atasnya di taruh Ice cream. Jangan dibayangkan ice cream - nya selembut es krim Walls atau Campina. Ice cream di atas rujak ini sekelas es puter. Tapi, rasanya mantap. Enak dan segar.

Manis gula jawa dan pedas dari bumbu rujak, bercampur dengan manis dari rasa susu ice cream, ditambah rasa asam dari mangga muda dan buah-buahan lainnya. Benar-benar merupakan paduan yang unik. Apalagi dinikmati saat cuaca panas. Hmm..bikin ketagihan!

Di Yogyakarta, Rujak ice cream ini biasa dijajakan dengan gerobak dorong dan mudah ditemui ditempat-tempat yang dekat dengan komplek sekolah, perkantoran atau perumahan.

Di antara sekian banyak penjaja rujak ini, ada satu penjual yang menjadi langganan saya. Letaknya di Pogung Baru Jalan Kaliurang km 4. Kalau dari arah selatan (dari arah bundaran UGM ), gang terakhir sebelum pompa bensin Jalan Kaliurang Km.4, masuk sekitar 500 meter.

Meski hanya warung sederhana, namun cukup nyaman. Sebab, disediakan gubuk bambu yang teduh dengan meja-meja pendek. Rujaknya juga baru dibikin setelah ada pesanan.

Di samping itu, pembeli bisa menentukan sendiri kadar kepedasannya. Mau cabai satu, tiga, sepuluh, bebas saja. Harganya juga murah kok. Cukup dengan Rp 2.500 per porsi, sepiring rujak es krim siap dinikmati.

Warung ini terbilang laris. Pada jam-jam tertentu, seperti jam makan siang atau jam 16.00 WIB,pembeli juga harus rela mengantri. Saya yakin rujak ice cream bisa menjadi salah satu alternatif pilihan makanan yang dicoba (Mmm...sayangnya tidak bisa dijadikan oleh-oleh!)

Sumber : Marcella Chandra Wijayanti - Kompas

Lihat juga:
Sour Sally
Hanamasa

Senin, 29 November 2010

Ayo Makan di Abuba

Hampir dua tahun saya tidak mencicipi Steak favorit ini. Akhirnya minggu lalu, saya pun berangkat untuk kembali mencicipi menu favorit satu ini, rasanya waow...... tetap tidak berubah meski saya sudah menjadi pelanggan tetapnya selama 13 tahun....! Rasanya tetap aduhai..... apalagi dengan campuran sayuran dan kentang gorengnya. Jangan tanya deh.... saya bisa egois makan sendiri !. hmmmhhh........

Seperti biasa saya memesan menu favorit Sirloin Steak, sementara suami saya memesan Tenderloin Steak.

Seingat saya terakhir kali makan di Abuba itu sudah sangat lama sekali, sekitar setahun lalu, jadi ketika makanan datang, kami langsung menyantapnya, dan rasa steak-nya masih sama seperti yg dulu, bahkan lebih enak menurut saya. Mak Nyuss sekali rasanya, seperti kata Bondan Winarno.

Daging yang dimasak sudah sangat matang dan dihidangkan dengan pembakaran yang sempurna. Berhubung pelanggan setia, nggak usah minta dibakar seperti apa. Rasanya yah...... memang sangat empuk sekali. Kuah dan bumbu yang disiramkan di atas Steak juga sangat pas di lidah. Dengan sayuran dan kentang yang lumayan banyak, untuk saya Abuba Steak memang tetap cihuy....!!

Satu kelebihan Abuba steak adalah tersedianya berbagai macam saos dan sambal botolan, yang memungkinkan anda untuk meracik sendiri menu saos yang pas untuk steak anda. Jangan lupa ada juga mustard, kecap asin dan kecap manis, lengkap deh semua.

Harganya lumayan nggak mahal lah untuk ukuran steak. Mulai dari Rp. 40.000 hingga Rp. 80.000 untuk daging Amerika, sedang untuk daging lokal hanya sekitar 20 ribu an, harga yang sebanding dengan rasa dan sajian dari sebuah steak.

Yang pasti, di lidah saya sekarang sudah terbayang kembali bumbu dan steak yang saya makan kemarin. Waduh..... Steak Abuba memang selalu membuat kita nagih untuk selalu datang kesana. Mak Nyuss tenan memang !

Abuba Steak
Jl. Cipete Raya no. 6 Cipete
Jakarta Selatan

Sumber : Lily-liburan.info

Lihat juga:
Dim Sum

Delicacies of Yakitori

Sate is one of the most popular food in Indonesia. Many areas in this archipelago have sate menu. Therefore you know the sate padang, sate madura, banjo sate, sate betawi, maranggi sate, sate Blora, sate ponorogo, and so forth. Types of meat also varied, from chicken to turtles, from clams to torpedo. The dish can you get with ease, from street stalls to fancy restaurants.

But have you ever heard of the sate of Japan? Japanese sate also called yakitori, sate is not much different in Indonesia. How to cook it as well by burning, with a wide range of meat, no different than the typical Indonesian satay.

Although many have similarities, the differences between typical Indonesian satay and yakitori are also quite striking. Food in Japan are generally treated with a healthy manner and materials. It is also applied in the manufacture of yakitori. If the usual sate skewers we know is that many contain soy sauce and oil, yakitori not contain a lot of oil and prefer the use of salt.

The basic ingredients are chicken yakitori own, according to the meaning of the word tori which means chicken. All parts of chicken, such as thighs, skin, liver, etc., can be used for yakitori. In Japan, the chicken sate was then burned on the wood charcoal. This determines the quality of wood charcoal taste satenya. Hardwood charcoal and aromatic produce a more delicious satay, rather than a cheaper wood charcoal, or a grilled over a gas stove and electric grill. Some sellers use free-range chicken yakitori (jidori), which is more tough than regular chicken, but rather have a taste.

In their home country, yakitori popular among middle-class office workers as a snack after work on the way to the train station. Yakitori are sold at the yakitori-ya, (restaurant or food stalls on the roadside). Often times other than dyed with barbeque sauce (before baking), chicken meat was also doused with cold beer. Wow ... like what, ya feel? They end the meal with a swig of sake.

Source: Eka.D kompas.com - banjarmasinpost.co.id

See also:
Burger King
Wine

Ice cream with Soy

Who does not like Ice cream? In addition to the sweet taste and cold, ice cream can also generate a better mood so loh. If ice cream is usually made from cow's milk, well this time ice cream made from soy? Like what ya like?

No one ever refused if offered with a bowl of ice cream, cold drinks made from cow's milk with a variant of this feeling a lot penggenarnya both young and old. But what happens if the ice cream is made from soy? Hmm .. first I hesitated whether ice cream flavor it would be equal to flavor ice cream is made from cow's milk.

After trying it turns out it's quite nice loh! Cow's milk is a main ingredient was replaced with soy milk. The manufacturing process remains the same only the main ingredients are different. But according to the manager, there are few limitations. Ice cream from soy milk can only be made into a sense of just three variants, namely vanilla, strawberry and chocolate.

Sense of others are still in the search process. The texture of ice cream - his own gentle enough not much different from ice cream in general, but for me ice cream from soy milk is similar to ice puter. And if the feeling really smell and taste of soybean is still quite pronounced.

But it did not disappoint. Ice cream or lots of soy milk that have called out this ice cream can be encountered in the Public Know located in Kelapa Gading, North Jakarta. In addition, soy ice cream is suitable for those who are allergic to cow's milk, especially children, also for those who have fat diet. Can still eat ice cream, but still healthy. (Eka / Odi)

Source: Eka Septia - detikFood

See also:
Sour Sally
Hanamasa

Delicacies of Duck Soto

Bored with chicken Soto, does not hurt to try other new menu. Perhaps the duck soup could be a new menu which is obliged to eat.
If not, and curious, just come to the Center Culinary Indrapura Indrapura Street, Surabaya. Of the dozens of stands that are there, just go to Soto-managed Dewey Duck and Sufriyah Muafi couples.

Duck soup is served separately in 3 containers. A bowl of soup, a plate of rice cake and a mortar containing lime and chili slices. From appearances, it briefly looked like a duck soup with curry gravy orange turbid, in contrast with most of the soup broth yellow nodes.
Once eaten, Hmmmmm ... feeling fishy and tough from duck meat would disappear instantly. The meat was tender and there was absolutely no fishy taste. Seasonings rempahnya really fresh burst in

Spicy flavor of chili sliced very fine and so delicious, evenly offset the delicious broth soup. Rice cake on a plate would be demolished in an instant. Following tradition, it is recommended rice cake soup eaten with duck, of course, in addition to rice which is also provided. A serving of duck soup valued USD 10 thousand. If you want to add offal, also added money to Rp 7,500.

Muafi bit shared secret recipe duck soup. In general, the same as duck soup seasoning soup in general. The difference is kaldunya. The broth itself is a recipe handed down from grandmother of the wife's family, Sufriyah. The recipe had died 15 years before revived by Sufriyah. Previously, in Bangkalan, Madura, Sufriyah grandmother had open stalls duck soup.

Since no one is to continue the business plus grandmother who had advanced age, the shop is closed. Seeing no business opportunity, direct Muafi rented a booth in the center of Culinary Indrapura.
Together with his wife, father of 3 children were trying to revive the duck soup. According to a survey conducted Muafi, there is no duck soup in Surabaya, East Java and even. Even if there is, recipes and ingredients will be different.

"This was a recipe from my wife's grandmother. Now I go again," he said while talking to detiksurabaya.com, Monday (10/25/2010). (IWD / wln)

Source: Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya

See also:
Dim Sum

Minggu, 28 November 2010

Two Kinds of Wine

Wine has two main types, namely red wine (red wine) and white wine (white wine). Both types of wine come from the type of grape used. The color of wine is not like the color of grape juice that looks more clear. The quality of drinks wine color is also determined a few other things.

Determine the color of wine fermentation. Although red wine from red grapes, red wine obtained from a process called soaking (maceration). Red wine from red grapes or black grapes. Hundreds of types of grapes to produce wines of different kinds of beverages as well.

Types of grapes so affect the taste of wine produced. White wine can be fermented from grapes type of color, from dark-colored wine until pink.

One of the most famous type of wine is cabaret sauvignon. Wine Cabaret sauvignon comes from the region of Bordeaux, France that produces red wine. Red wine is also another famous wine is Merlot.

There are several types of wine with the taste of chocolate and cherry. Grenache Wine become the kind of red wine that other famous Burgundy region of France. Grenache has the basic ingredients raspberries, mint and black cherry. Another famous type of wine is a Zinfandel that is made in Europe but most of the crops grown in California, Anerika States.

Type the famous white wine is Chardonnay. Wine contains a mixture of vanilla and a little fruit. California produces kinds of white wine Chenin Blancs. Chenin Blancs are a cheaper alternative than Chardonnay. Chenin Blancs contains apples and other spices. Other types of white wine is Pinot Gris. Pinot Gris from Oregon and the rich aroma of spices. White wine Riesling from Germany has the aroma of fruit.

White Zinfandel wine, a type of wine with a sweet taste of California. White Zinfandel Zinfandel red wines are processed from the peeled skin.

Source: Lopez Petti, you Nurlaila - vivanews.com

See also:
Sushi
Dim Sum

Sate Jamur Dieng Khas Wonosobo

Sate Jamur Dieng - Para pemudik yang masih memanfaatkan suasana libur Lebaran bisa datang ke Wonosobo, Jawa Tengah. Di salah satu sudut jalan di kota ini terdapat rumah makan yang menjual sate jamur Dieng. Masakan buatan Tina Mustikowati itu disukai pengunjung karena kelezatannya. Tak heran, almarhum mantan Presiden Soeharto menjadikannya sebagai makanan favorit.

Sate jamur Dieng khas Wonosobo sudah ada sejak 27 tahun silam. Sate ini menjadi andalan para pejabat bila mereka mengadakan kunjungan kerja ke Wonosobo. Menurut Tina selaku pemilik, rasa satenya memang unik. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, Rp 2.500 per sunduk atau Rp 10 ribu per porsinya.

Dalam sebuah kesempatan, Tina bercerita kalau ide membuat rumah makan jamur ini berasal dari suaminya. Kala itu dirinya sempat menolak karena tidak percaya kalau jamur bisa dijadikan sate. Namun pada 1982, Tina mencoba resep sate jamur yang tak kalah dengan rasa ayam. Siapa mengira, sate jamur di rumah makan yang buka pukul 09.00 hingga 22.00 WIB ini kini laku keras.(OMI/LUC)

Sumber : Yon Daryono - Liputan6.com

Lihat juga:
Steak
Hanamasa

Ice cream with Many Types Ice cream

You might imagine a store that sells Ice cream to the type of feeling in the world are in Italy or in the United States, but it turns out there are in Merida, a city in Venezuela. His name, Coromoto store.
Neon lights outside that reads "Guinness Book of Records" pink become one of the unique features of the store, but once opened the door it became clear that other stores from the other.

Inside there is a refrigerator containing ice cream looks bright and tempting to eat. Flavor ice cream are sold as chili, tomatoes, onions, mushrooms in wine, garlic and cream of crab.
Coromoto founded in 1980 by an immigrant from Portugal, Manuel da Silva Oliveira. The owner does not often appear and now the store is managed by Jose Ramirez.

Seasonal
Jose was clearly visible as manager of an ice cream shop. Men's 40-year-old friendly when found wearing a white shirt and purple, and black mustache. "Oliveira tired of working for a large ice cream company," said Jose, "and decided he could make an interesting ice cream flavor."
The first experiment is the avocado. "To get a sense of right requires hard work, because avocados are very rich in flavor," said Jose. "Oliveira dispose of about 50 kg of ice cream to experiment to get the perfect taste."
Coromoto sold about 60 taste every day, but change the taste of ice cream in accordance with the seasons. In addition to the standard ice cream taste like chocolate and rum and raisins, lots of exotic fruit flavors such as guava, papaya, mango and passion fruit kind.

Some other flavors included in the 860 types of ice cream flavor is: eggs, macaroni and cheese and sardines, are examples of the weird ice cream flavor. And also there are many strange flavor names such as British Airways, Andean Kisses and I'm Sorry, Darling. One of the sense that, given the name Viagra Hope, like a bright blue Viagra pill.
I have to ask what the ingredients, and natural ingredients to make ice cream: the honey and all natural: honey and pollen. "Different people like different things," said store manager.

"Personally I like the taste of fruit but many buyers who choose the flavor that contains alcohol such as Cointreau, cognac or vodka-and-pineapple. Of course, as people are added venezuela lot of rum."

Ice cream flesh
"Sense of ice cream what is special for the store?" asked me to Jose. With a laugh, Jose said "pabellon criollo" - Venezuela's traditional food made from meat, rice, bananas, cheese and black beans, which imitated by Coromoto to flavor ice cream.
Jose fetch an ice cream scoop of each flavor-and it's really like ice cream meat sold in Coromoto.

Source: Krisman - republika.co.id

See also:
Sour Sally
Hanamasa

Jumat, 26 November 2010

Wine and Cancer

Wine - Cancer patients who will undergo radiation therapy may need to take a sip of wine (Wine) before doing the treatment. Because, according to a study in women with breast cancer found that drinking wine can help to limit the toxic effects of radiation on the skin.
Known, some components of wine can protect against the harmful effects of radiation. These components include polyphenols and tannins.

In this study, Dr Gabriella Macchia, from Catholic University, Campobasso, Italy, and colleagues examined the protective effect of wine consumption of 348 women who underwent radiation therapy after breast cancer surgery. Risk of suffering toxic effects from radiation were to reach 38.4 per cent of them do not drink wine, amounting to 31.8 percent in women who drank half a glass every day, and 13.6 percent in the drinker one glass of wine a day, and 35 percent on their who drank two glasses each day.

Researchers found that women who drank only one glass of wine a day had a much lower risk of suffering from the effects of radiation therapy. In particular, they risk exposure to toxins the skin from radiation around 75 percent less than those not drinking.

Source: liputan6.com - klipberita.com

Kamis, 25 November 2010

Toko Oen Semarang

Ice cream - Menyebut tempat wisata kuliner Kota Semarang, pastilah Toko Oen yang berada di jalan Pemuda menjadi restoran paling awal disebutkan. Toko yang sudah bertahan tiga generasi itu, dengan khas menyajikan menu-menu andalannya yang bahan maupun rasa terjaga secara turun temurun dan diyakini rasanya tidak pernah berubah dari dulu.

Toko Oen Semarang berdiri sejak tahun 1933, saat ini pemiliknya Yenni Kalalo merupakan generasi ketiga dari toko tersebut. Konsep restoran satu ini pun khas, dengan bangunan kunonya. Kalaupun ada penyegaran pada interiornya saja.

Toko Oen bagaikan ikon Semarang, setiap wisatawan khususnya dari Belanda yang berkunjung ke Semarang selalu mampir sejenak ke toko ini.

Saat ini Toko Oen bukan lagi identik dengan orang tua, saat kami datang dan ingin menikmati makanan di restoran tersebut ada beberapa anak muda datang di restoran yang didirikan oleh Liem Gien Nio, istri dari Oen Tjoen Hok itu.

Kebanyakan anak muda ini datang menikmati berbagai Ice cream yang ada di Toko Oen, menurut Antok Liem pengurus Toko Oen es krim yang paling banyak digemari Ice cream Oen Simphony dan Tutty Fruity.

Kedua Ice cream ini disajikan dengan bentuk yang sangat unik, untuk Oen Simphony ada permainan warna dalam penyajiannya dari Ice cream rasa coklat yang ditaruh paling bawah, ditingkat selanjutnya ada Ice cream rasa vanila, serta tidak ketinggalan roti lidah kucing.

Yang lebih menarik lagi ternyata resep pembuatan Ice cream ini sama dengan saat Toko Oen berdiri, Antok mengungkapkan resep yang dibuat sejak generasi pertama itu sengaja dipertahankan untuk menjaga rasa Ice cream tersebut.

"Dulu pernah diuji coba untuk beberapa bahan pembuat Ice cream dikurangi, ternyata rasa yang dihasilkan sangat berbeda. Sehingga sampai saat ini oleh generasi penerus Toko Oen tetap menggunakan resep Ice cream yang lama tanpa mengurangi sedikitpun komposisi bahan pembuatnya," ungkap Antok.

Resep Ice cream yang telah bertahan puluhan tahun itu ternyata memang sangat nikmat, Ice cream nya lumer dan lembut dimulut. Untuk rasa dari eIce cream itu sendiri sangatlah nikmat, tentunya Ice cream Oen Simphony seharga Rp 17.500 itu tidaklah mahal dan sepadan dengan rasa Ice cream itu sendiri.

Antok menambahkan menikmati Ice cream di Toko Oen sangatlah nikmat kalau diselingi nyemil beberapa roti khas buatan TOKO Oen seperti kaastengel (kue keju kering) dan kattetonge (kue lidah kucing). (Wisanggeni/CN13)

Sumber : suaramerdeka.com

Lihat juga:
Sushi
Hanamasa

Sate Kiloan SMS ala Tegal

Sate Kiloan SMS mengambil citarasa Sate ala Tegal untuk menu resep Sate Kambing dan untuk menu resep Lainnya seperti resep Tongseng Kambing dan resep Tongseng Ayam menggunakan bumbu rempah ala resep masakan Solo.
“Rumah makan ini perpaduan antara masakan khas Tegal dan Solo”, tandas Lina. Dar¡ desain bangunannya Sate Kiloan SMS juga punya ciri khas. Ornamen gubuk dan pernak-pernik khas pedesaan dipadu-padankan hingga menjadi hiasan yang menarik. Menurut sejarah, warung sate kiloan dirintis oleh Ujang Nasir, warga Babakan, Madang, Bogor, Jawa Barat. Disebut sate kiloan, karena pembeli sate ¡tu tidak membeli berdasarkan jumiah tusukan satenya, melainkan berapa berat kilonya.

Walau namanya Sate Kambing, namun menu resep yang disajikan rumah makan ini terbuat dar¡ daging domba, bukan dar¡ daging kambing. ALasan Lina karena daging domba memiliki serat lebih halus dibandingkan daging kambing. Selain itu aroma daging domba juga lebih bersahabat ketimbang daging kambing yang Lebih prengus.

Jika ingin menikrnati Sate Kambing di sin¡, daging kambing akan ditimbang dulu sesuai pesanan. Untuk seperempat kilogram sate, berisi 12 tusuk, Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 38 ribu rupiah. Sedangkan untuk satu kilogram dipatok seharga Rp 152 ribu rupiah. Anda juga bisa membeli dalam ukuran porsi, ¡si 10 tusuk Rp 32 ribu. Jadi sangat fleksibel.

Dibandingkan olahan daging kambing, warna Sate-nya tidak cokiat kehitaman seperti Sate pada umumnya namun coklat kemerahan. Bumbu resep pelengkapnya ada potongan tomat, cabe rawit hijau, bawang merah, bawang goreng, dan sedikit siraman kecap manis. Bumbu resep pelengkap ¡ni sama dengan bumbu resep pelengkap yang digunakan pada resep Sate Tegal, yaitu Sambal Kecap berupa campuran resep bawang merah, tomat, cabe rawit, serta tak ketinggalan kecap manis.

Warna coklat kemerahan dihasilkan dar¡ olesan sedikit margarin dan kecap manis saat daging dibakar sehingga daging tak mudah hangus. Proses membakarannya menggunakan arang batok kelapa, sehingga nyala bara lebih lama dan debu bakaran tidak banyak. Dagingnya terasa begitu empuk karena domba yang digunakan oieh rumah makan ini adalah domba yang berusia antara 7-10 bulan. Bagian daging domba yang digunakan tidak ditentukan harus dar¡ bagian paha atau dada.

Yang unik adalah tambahan minyak samin yang dioleskan setelah proses pembakaran Sate. Tambahan minyak samin membuat rasa Sate gurih berbaur dengan gurihnya margarin. “Nita memang sengaja menggunakan minyak samin agar Sate lebih gurih,” ujar Lina.
Citarasa resep-nya memang benar-benar klop, ada sensasi manis dar¡ citarasa resep Sate Solo yang dengan sensasi gurih minyak samin. Sebagai penutup setequk Es Jeruk Manis sangat menyegarkan. Selain ¡tu ada pilihan Jus dan Softdrink. Aneka buah yang dijadikan Jus berupa belimbing, jeruk, mangga, alpukat, jambu, tomat, serte jus kombinasi dar¡ campuran beberapa buah. Kisaran harga makanannya mula¡ dar¡ Rp 16 ribu sampai dengan Rp 800 ribu untuk Kambing Guling, dan minuman segar dar¡ Rp 3 ribu sampai dengan Rp 10,5 ribu.
Penasaran bagaimana bedanya Sate Kambing di rumah makan ¡ni dengan tempat lainnya. Catat jam bukanya dar¡ puku1 9 pagi sampai 10 malam.***

Sumber : lintasberita.com

Lihat juga:
Dim Sum
Steak

Enaknya Soto Gondrong

Soto Gondrong???...Yup, sebenarnya sudah sering sih saya mendengar bisik-bisik tentang ke"maknyusan." Kuliner yang satu ini apalagi tempatnya pun gak jauh-jauh dari kediaman-koe. Penasaran???. Yup, tentu saja. Padahal apa sih bedanya dengan soto-soto ayam lainnya...apa sih yang membuat Soto Gondrong ini begitu terdengar istimewa banget..apanya yang gondrong ya..hehe..

Agar tidak terus dibuat penasaran maka saya dan keluarga berencana menikmati makan siang dirumah makan ini. Terletak ditempat yang agak tinggi dan berada dipojok jalan membuat rumah makan ini mudah terlihat. So, gak usah khawatir bakal kesasar deh..

Hmmm, tempat parkir terlihat penuh dengan kendaraan berplat nomor surabaya maupun beberapa kota lain di Jawa Timur. Yup, gak heran deh...tempat-tempat wisata maupun kuliner dikota-koe selalu dipadati oleh para pelancong dari luar kota yang tengah berakhir pekan... Hari sabtu dan hari Minggu merupakan saat panen bagi tempat-tempat wisata alam maupun rumah makan. Panen raya hehe...

Akhirnya kami dapat tempat parkir juga deh...bergaya arsitektural yang unik dengan memanfaatkan bambu dimana setiap sambungan antar bambu menggunakan tali yang diikat..(tanpa paku). Dan tanpa kaca maupun pembatas ruang (dinding). Sehingga terlihat menyatu banget dengan hijaunya tanaman disekitar area resto.

Duh, gak sabar deh menunggu pesanan soto Gondrong datang...dan hmmm, akhirnya kuliner tersebut terhidang dihadapan kami..soto gondrong plus es degan..sipppp...saatnya icip-icip nih. Hmmm, saya-pun merasakan sensasi yang WAOWWW..rempah-rempahnya terasa banget... ahhh...kayaknya ini yang menjadi bumbu rahasia kuliner ini...daripada puyeng mencari asal rasa tersebut saya pun larut dalam kenikmatan soto gondrong dan pas banget dengan kondisi perut yang lagi lapar. Hmm, menikmati soto hangat didaerah pegunungan...(gak kebayang deh ^_^). O,ya..soto gondrong ini dibandrol harga Rp 12.500,-/porsi. Konon katanya, para pramusaji diresto ini dulunya kudu berambut gondrong (untuk para pria). Namun, saya hanya menemui satu orang saja yang masih berambut gondrong..(mungkin yang lainnya merasa ribet kali yaaaa..harus masak soto plus menyisir rambut juga hahaha..).

Selain menu soto gondrong,diresto ini juga terdapat menu-menu lain seperti kupang lontong, bakso, lontong balap, sate ayam maupun beberapa jajanan pasar seperti nagasari, ote-ote, pisang goreng...dan..JAGUNG BAKAR bok...hehe...

Seusai menikmati makan siang, kami tak ingin terburu-buru beranjak meninggalkan area resto...duduk-duduk dihalaman resto yang luas sambil menikmati alam pegunungan dan rumah-rumah yang terlihat kecil nun jauh disana. Hmmm, sangat menyenangkan sambil menurunkan "rasa kenyang" hehe...

O,ya biaya parkir sebesar Rp 1.500,- pun sudah langsung dibayar dikasir..so, gak perlu lagi merogoh kocek untuk para tukang parkir kecuali anda ingin memberi tips kepada mereka..^_^..

Ahhh, soto gondrong...seperti itu ya rasanya...membuat-koe ketagihan dan berjanji akan datang lagi bersama keluarga.....tunggu ya..

Sumber : Micky Jo - wikimu.com

Lihat juga:
Sour Sally
Burger King